Category IconFutsalku Adalah Futsal Gaya Hidup

January 29th, 2010 by eko

Nyaris setahun penuh saya meninggalkan blog ini. Tidak memperbarui tulisan maupun data mengenai lapangan. Bukan karena kehilangan minat, melainkan karena memang aktivitas futsal saya menurun drastis.

Belakangan ini saya hanya bermain futsal diakhir pekan bersama teman-teman dari Geografi Universitas Indonesia atau milis Pearl Jam Indonesia. Jadual rutin Senin sore di kantor maupun Rabu malam di Simprug, sudah saya tinggalkan. Bermain bersama pecahan Makara FC yang kini terbagi di Bros Blok M dan Kuningan pun sudah tidak saya lakoni. Intinya, saya memang nyaris berhenti bermain futsal!

Engkel dan berat badan jadi faktor utama, hahaha!

Mungkin Justin Lhaksana, yang belakangan ini rajin mengirim tips futsal melalui pesan-pesan dalam Facebook bisa mulai memberi saran medis bagi orang-orang seperti saya. Terkait futsal, tentu saja. Bagaimana caranya bermain futsal yang aman bagi orang-orang dengan engkel lemah dan berat badan berlebih?

Ah, apakah itu penting?

Menurut saya, sangat penting!

Coba kita perhatikan orang-orang yang sekarang bermain futsal di lapangan futsal yang menjamur di penjuru Jakarta ini. Lihat baik-baik postur tubuhnya! Juga perkirakan usianya. Bukankah sebagian besar tidak memiliki postur tubuh atlit, jika tidak bisa dibilang kelebihan berat badan? Dan sebagian besar juga tidak lagi remaja, jika tidak mau dibilang menjelang paruh baya?

Justin Lhaksana tempo hari menulis dan menerbitkan buku mengenai cara bermain futsal. Yang, sayangnya, hingga saat ini belum bisa saya temukan di beberapa toko buku Gramedia yang saya kunjungi. Tentu saja dari sudut pandang permainan prestasi, sesuai dengan latar belakang profesinya sebagai mantan pelatih tim nasional dan pelatih beberapa tim serta sekolah futsal prestasi. Sebuah gerakan dokumentasi dan pengajaran yang sangat baik, saya kira.

Namun, apa yang menjadi minat saya adalah futsal sebagai gaya hidup. Sebagai sebuah upaya bagi orang kota untuk hidup sehat.

Lalu dimana masalahnya?

Di orang kotanya itu!

Kita, orang kota yang kebanyakan duduk, makan, dan berpikir, jelas tidak diberkati dengan kondisi otot dan paru-paru yang prima. Untuk memenuhi tuntutan kesenangan dan kesehatan, sebagian dari kita memilih futsal. Sebagian lainnya mungkin memilih basket, badminton, atau memilih clubbing, alkohol, serta obat bius dan menyatakan persetan dengan kesehatan tubuh! Toh, pada akhirnya, kita semua akan mati dan membusuk dimakan cacing tanah.

OK, dua kalimat terakhir itu di luar konteks pembicaraan kita sekarang…

Nah, kita yang tidak dikaruniai otot dan paru-paru prima ini akan dengan mudah masuk dalam jebakan berbahaya jika main hajar bleh saja dalam berfutsal ria. Bukannya saya mau bilang futsal itu olah raga ekstrim dan berat. Bukan. Saya hanya mau mengemukakan bahwa futsal adalah olah raga high impact. Aktivitas fisik yang memuat banyak sekali benturan bagi tubuh. Benturan pada engkel, lutut, pinggang, hingga bagian atas tubuh.

Alangkah melegakannya jika sekiranya tersedia banyak panduan untuk mempersiapkan tubuh kita yang tidak prima ini untuk dapat sepenuhnya, dengan aman, menikmati futsal dan segala benturan yang ada di dalamnya. Mungkin saya akan semakin langsing, sehat, dan gembira dalam bermain futsal, alih-alih cedera, frsutrasi, dan kecewa?

Justin, apakah Anda berminat?

Posted in Opini | 4 Comments »

Category IconTurnamen Oyaji Minggu Ke-3: The Ultimate Battle!

April 23rd, 2009 by eko

Minggu, 18 April 2009 adalah pekan terakhir turnamen Oyaji. Pekan yang sangat menentukan karena selisih poin diantara keempat tim masih bisa berubah total. Blue Harts memimpin dengan 10 poin. Diikuti Orange Clovers yang mengoleksi 7 poin. Sementara papan bawah dihuni oleh Black Diamonds dengan 4 poin dan Silver Spades yang baru memperoleh 1 poin.

Masing-masing tim masih menyisakan dua pertandingan. Pemuncak klasemen masih bisa digeser. Demikian juga juru kunci. Masih bisa berganti.

Pertandingan pertama langsung bertempo tinggi.  Orange Clovers menghadapi Black Spades. Pertemuan pertama, dua minggu sebelumnya, berakhir 4-3 untuk kemenangan Orange Clovers.

Orange Clovers

Dengan keinginan kuat untuk menggeser Blue Harts dari posisi puncak, para punggawa Orange Clovers menggempur dengan ganas. Bola mengalir cepat, terutama dari sisi lapangan. Kiri maupun kanan. Memang sudah disepakati dari awal, berdasarkan evaluasi minggu kedua, bahwa permainan menyerang sebaiknya dilakukan dengan mengalirkan bola melalui sisi lapangan. Bukan bagian tengah yang memang cenderung lebih rapat. Dan terbukti strategi ini membuahkan hasil manis.

Saya mencetak gol pembuka, menaklukan Roland, setelah menyambar umpan matang dari Welo dengan sebuah tendangan voli. 1-0 dan pertandingan berjalan semakin ketat.

Black Diamonds, yang juga berambisi menggeser posisi Orange Clovers di peringkat ke-2, mencoba bangkit. Namun jumlah pemain yang kurang, karena Roy belum menampakkan batang hidungnya, membawa dampak yang sangat buruk. Bahkan ketika Roy muncul di penghujung babak pertama pun, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. Tekanan Orange Clovers selalu membuahkan hasil hingga akhirnya kedudukan final adalah 5-2 untuk kemenangan Orange Clovers.

Silver Spades

Pertandingan kedua tak kalah bernilai. Blue Harts menantang Silver Spades. Seri atau kalah, maka mereka akan menjalani pertandingan hidup-mati menghadapi Orange Clovers pada hari yang sama. Motivasi untuk menjuarai turnamen demikian menggelora. Dibawah komando Tetsuya, Blue Harts (yang hari itu tidak diperkuat oleh Haris berhubung istrinya sakit) memainkan permainan ofensif.

Lawan yang dihadapi memang cenderung kurang termotivasi. Ini adalah pertandingan antara pemuncak klasemen dengan juru kunci. Dan dari menit pertama sudah terlihat bahwa Silver Spades tidak memberi perlawanan berarti. Dalam waktu singkat Blue Harts sudah unggul 3-0. Sekuat apapun usaha yang dilakukan, dengan jumlah pemain pas-pasan, Silver Spades tidak mampu membalik keadaan. Skor akhir adalah 6-1 untuk kemenangan Blue Harts.

Artinya Orange Clovers punya pekerjaan berat jika ingin menjadi juara. Mereka harus menaklukkan Blue Harts dengan selisih gol minimal lima! Bukan sebuah upaya yang mudah mengingat pada pertemuan pertama justru Orange Clovers terbantai dengan skor 1-4!

Pertandingan ketiga mempertemukan Orange Clovers dengan Blue Harts… Jreng!!! Inilah pertarungan perebutan juara. The ultimate battle!

Blue Harts

Absennya Haris, yang biasa berduet dengan Tetsuya di jantung pertahanan, membuat strategi defensif Blue Harts tidak berjalan mulus. Kalau mau jujur, malah sama sekali tidak jalan. Ditambah dengan pendekatan ofensif yang baru dari Orange Clovers, dengan mengalirkan serangan dari sisi lapangan, membuat Blue Harts kalang kabut.

Wong Jo dan Botel demikian disiplin menggawangi pertahanan sehingga saya, Wello, Soni, Boby, maupun Ifan bisa leluasa menyerang. Babak pertama sepenuhnya milik Orange Clovers. Bola mengalir cepat. Wello dan Soni yang memiliki keunggulan kecepatan serta dribbling kerap menusuk dari samping untuk kemudian melepaskan umpan tarik ke mulut gawang. Pola penyerangan seperti ini benar-benar berbuah manis.

Babak pertama, yang seolah merupakan pertunjukan permainan menyerang murni melawan permaian bertahan yang mengandalkan disiplin tinggi berakhir dengan kedudukan 4-1. Harapan meninggi di kubu Orang Clovers.

Babak kedua Tetsuya mengambil peran lebih banyak. Menempati posisi sebagai pemain bertahan, ia mengatur aliran bola dan juga memotong arus serangan lawan dengan taktis. Seandainya ada Haris yang turut membantu, mungkin kedudukan bisa berbalik. Mungkin Orange Clovers yang akan frustrasi dan ganti menerima tekanan.

Namun kenyataannya tidak. Alur serangan tetap dipegang oleh Orange Clovers. Hanya saja, babak kedua ini barisan pertahanan Blue Harts menjadi lebih disiplin. Hanya meninggalkan satu orang di barisan depan, Aji, mereka berkonsentrasi meredam serangan demi serangan yang menggulung. Dan, sialnya, strategi ini berhasil!

Babak kedua adalah kemenangan disiplin terhadap penyerangan dari sisi lapangan. Hanya dua gol tercipta di babak ini. Masing-masing satu untuk Blue Harts dan Orange Clovers. Alhasil, skor akhir adalah 5-2 untuk kemenangan Orange Clovers. Sebuah kemenangan yang justru dirayakan oleh tim lawan. Karena dengan skor seperti itu, selisih gol tetap menguntungkan Blue Harts. Mereka juara!

Pertandingan keempat, yang merupakan penutup turnamen, mempertemukan dua penghuni papan bawah: Black Diamonds dan Silver Spades. Dan seperti diduga, Silver Spades berjuang sepenuh jiwa untuk meraih poin penuh pertama. Namun apa daya, kekuatan yang jauh berkurang jika dibanding minggu sebelumnya memaksa mereka kembali menelan kekalahan dari Black Diamonds. That was not your day, mate!

Hasil akhir sudah dituliskan. Blue Harts mengoleksi 13 point dengan selisih gol +10. Di urutan kedua muncul Orange Clovers yang juga meraih poin 13, namun selisih gol hanya +9. Black Spades dengan 7 poin di peringkat ke-3. Dan juru kunci ditempati oleh Silver Spades yang hanya memiliki 1 poin. Meski demikian, Silver Spades menjadi tim paling fair play karena mengoleksi jumlah pelanggaran paling sedikit.

Dilihat dari pencapaian individu, Blue Harts memang layak juara. Posisi pencetak gol serta pemberi assist terbanyak dipegang oleh Widi dan Dedi. Keduanya adalah punggawa Blue Harts. Nuansa defensif juga menjadi ciri khas mereka, dengan Haris yang menjadi pemain paling banyak melakukan pelanggaran di turnamen ini.

Demikianlah. Turnamen Oyaji yang pertama telah usai. Menghadirkan Blue Harts sebagai juara. Mengalirkan keringat, menggelorakan semangat, sekaligus memunculkan sahabat. Sebuah turnamen futsal yang ketat bersahabat. Menghadirkan berbagai drama pertandingan yang layak untuk dikenang. Bahkan layak untuk diulang, pada turnamen berikutnya…

Posted in Review Pertandingan | 7 Comments »

« Previous Entries