Category IconTurnamen Oyaji Minggu Ke-3: The Ultimate Battle!

April 23rd, 2009 by eko

Minggu, 18 April 2009 adalah pekan terakhir turnamen Oyaji. Pekan yang sangat menentukan karena selisih poin diantara keempat tim masih bisa berubah total. Blue Harts memimpin dengan 10 poin. Diikuti Orange Clovers yang mengoleksi 7 poin. Sementara papan bawah dihuni oleh Black Diamonds dengan 4 poin dan Silver Spades yang baru memperoleh 1 poin.

Masing-masing tim masih menyisakan dua pertandingan. Pemuncak klasemen masih bisa digeser. Demikian juga juru kunci. Masih bisa berganti.

Pertandingan pertama langsung bertempo tinggi.  Orange Clovers menghadapi Black Spades. Pertemuan pertama, dua minggu sebelumnya, berakhir 4-3 untuk kemenangan Orange Clovers.

Orange Clovers

Dengan keinginan kuat untuk menggeser Blue Harts dari posisi puncak, para punggawa Orange Clovers menggempur dengan ganas. Bola mengalir cepat, terutama dari sisi lapangan. Kiri maupun kanan. Memang sudah disepakati dari awal, berdasarkan evaluasi minggu kedua, bahwa permainan menyerang sebaiknya dilakukan dengan mengalirkan bola melalui sisi lapangan. Bukan bagian tengah yang memang cenderung lebih rapat. Dan terbukti strategi ini membuahkan hasil manis.

Saya mencetak gol pembuka, menaklukan Roland, setelah menyambar umpan matang dari Welo dengan sebuah tendangan voli. 1-0 dan pertandingan berjalan semakin ketat.

Black Diamonds, yang juga berambisi menggeser posisi Orange Clovers di peringkat ke-2, mencoba bangkit. Namun jumlah pemain yang kurang, karena Roy belum menampakkan batang hidungnya, membawa dampak yang sangat buruk. Bahkan ketika Roy muncul di penghujung babak pertama pun, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. Tekanan Orange Clovers selalu membuahkan hasil hingga akhirnya kedudukan final adalah 5-2 untuk kemenangan Orange Clovers.

Silver Spades

Pertandingan kedua tak kalah bernilai. Blue Harts menantang Silver Spades. Seri atau kalah, maka mereka akan menjalani pertandingan hidup-mati menghadapi Orange Clovers pada hari yang sama. Motivasi untuk menjuarai turnamen demikian menggelora. Dibawah komando Tetsuya, Blue Harts (yang hari itu tidak diperkuat oleh Haris berhubung istrinya sakit) memainkan permainan ofensif.

Lawan yang dihadapi memang cenderung kurang termotivasi. Ini adalah pertandingan antara pemuncak klasemen dengan juru kunci. Dan dari menit pertama sudah terlihat bahwa Silver Spades tidak memberi perlawanan berarti. Dalam waktu singkat Blue Harts sudah unggul 3-0. Sekuat apapun usaha yang dilakukan, dengan jumlah pemain pas-pasan, Silver Spades tidak mampu membalik keadaan. Skor akhir adalah 6-1 untuk kemenangan Blue Harts.

Artinya Orange Clovers punya pekerjaan berat jika ingin menjadi juara. Mereka harus menaklukkan Blue Harts dengan selisih gol minimal lima! Bukan sebuah upaya yang mudah mengingat pada pertemuan pertama justru Orange Clovers terbantai dengan skor 1-4!

Pertandingan ketiga mempertemukan Orange Clovers dengan Blue Harts… Jreng!!! Inilah pertarungan perebutan juara. The ultimate battle!

Blue Harts

Absennya Haris, yang biasa berduet dengan Tetsuya di jantung pertahanan, membuat strategi defensif Blue Harts tidak berjalan mulus. Kalau mau jujur, malah sama sekali tidak jalan. Ditambah dengan pendekatan ofensif yang baru dari Orange Clovers, dengan mengalirkan serangan dari sisi lapangan, membuat Blue Harts kalang kabut.

Wong Jo dan Botel demikian disiplin menggawangi pertahanan sehingga saya, Wello, Soni, Boby, maupun Ifan bisa leluasa menyerang. Babak pertama sepenuhnya milik Orange Clovers. Bola mengalir cepat. Wello dan Soni yang memiliki keunggulan kecepatan serta dribbling kerap menusuk dari samping untuk kemudian melepaskan umpan tarik ke mulut gawang. Pola penyerangan seperti ini benar-benar berbuah manis.

Babak pertama, yang seolah merupakan pertunjukan permainan menyerang murni melawan permaian bertahan yang mengandalkan disiplin tinggi berakhir dengan kedudukan 4-1. Harapan meninggi di kubu Orang Clovers.

Babak kedua Tetsuya mengambil peran lebih banyak. Menempati posisi sebagai pemain bertahan, ia mengatur aliran bola dan juga memotong arus serangan lawan dengan taktis. Seandainya ada Haris yang turut membantu, mungkin kedudukan bisa berbalik. Mungkin Orange Clovers yang akan frustrasi dan ganti menerima tekanan.

Namun kenyataannya tidak. Alur serangan tetap dipegang oleh Orange Clovers. Hanya saja, babak kedua ini barisan pertahanan Blue Harts menjadi lebih disiplin. Hanya meninggalkan satu orang di barisan depan, Aji, mereka berkonsentrasi meredam serangan demi serangan yang menggulung. Dan, sialnya, strategi ini berhasil!

Babak kedua adalah kemenangan disiplin terhadap penyerangan dari sisi lapangan. Hanya dua gol tercipta di babak ini. Masing-masing satu untuk Blue Harts dan Orange Clovers. Alhasil, skor akhir adalah 5-2 untuk kemenangan Orange Clovers. Sebuah kemenangan yang justru dirayakan oleh tim lawan. Karena dengan skor seperti itu, selisih gol tetap menguntungkan Blue Harts. Mereka juara!

Pertandingan keempat, yang merupakan penutup turnamen, mempertemukan dua penghuni papan bawah: Black Diamonds dan Silver Spades. Dan seperti diduga, Silver Spades berjuang sepenuh jiwa untuk meraih poin penuh pertama. Namun apa daya, kekuatan yang jauh berkurang jika dibanding minggu sebelumnya memaksa mereka kembali menelan kekalahan dari Black Diamonds. That was not your day, mate!

Hasil akhir sudah dituliskan. Blue Harts mengoleksi 13 point dengan selisih gol +10. Di urutan kedua muncul Orange Clovers yang juga meraih poin 13, namun selisih gol hanya +9. Black Spades dengan 7 poin di peringkat ke-3. Dan juru kunci ditempati oleh Silver Spades yang hanya memiliki 1 poin. Meski demikian, Silver Spades menjadi tim paling fair play karena mengoleksi jumlah pelanggaran paling sedikit.

Dilihat dari pencapaian individu, Blue Harts memang layak juara. Posisi pencetak gol serta pemberi assist terbanyak dipegang oleh Widi dan Dedi. Keduanya adalah punggawa Blue Harts. Nuansa defensif juga menjadi ciri khas mereka, dengan Haris yang menjadi pemain paling banyak melakukan pelanggaran di turnamen ini.

Demikianlah. Turnamen Oyaji yang pertama telah usai. Menghadirkan Blue Harts sebagai juara. Mengalirkan keringat, menggelorakan semangat, sekaligus memunculkan sahabat. Sebuah turnamen futsal yang ketat bersahabat. Menghadirkan berbagai drama pertandingan yang layak untuk dikenang. Bahkan layak untuk diulang, pada turnamen berikutnya…

Posted in Review Pertandingan | 1 Comment »

Category IconTurnamen Oyaji Minggu Ke-2

April 13th, 2009 by eko

Minggu yang keras di Turnamen Oyaji. Bagaimana tidak? Dua tim pemuncak klasemen, Orange Clovers dan Blue Harts baku hantam. Hasilnya? Blue Harts menang telak 4-1!

Pertandingan pertama pagi itu berjalan imbang. Kedua tim bermain hati-hati. Terutama sekali Blue Harts yang menurunkan formasi bertahan dengan Tetsuya sebagai kiper. Benar-benar disiplin. Permainan menyerang Orange Clovers seolah serbuan yang menemui dinding air. Kekuatannya musnah ketika sampai di depan gawang Blue Harts. Alhasil, dengan sebuah serangan balik ciamik, Blue Harts malah unggul lebih dulu. 1-0!

Babak kedua berlangsung lebih terbuka. Tetsuya yang bermain sebagai out field player menempati posisi di belakang. Mengorganisir pertahanan bersama Haris. Orange Clovers sempat mencuri gol melalui sebuah kemelut. Eko berhasil menceploskan bola ke antara kedua kaki Aji Seleb, yang saat itu bertugas sebagai kiper. 1-1, dan seolah pertandingan kembali dari awal.

Namun kenyataannya tidak demikian. Pergantian pemain yang kurang diperhitungkan, ditambah dengan permainan menyerang yang kurang disiplin menimbulkan lubang menganga di kubu Orange Clovers. Berturut-turut Blue Harts mampu menceploskan tiga gol!

Hasil akhir yang luar biasa bagi mereka. Dengan sembilan poin, Blue Harts memuncaki klasemen sementara pagi itu.

Pertandingan kedua mempertemukan Black Diamonds dengan Silver Spades yang minggu kemarin kalah WO dua kali. Tak dinyana, ternyata Silver Spades memberikan perlawanan luar biasa alot.

Sejak awal kedua tim memainkan skema menyerang. Bola mengalir deras. Benturan antar pemain, yang selayaknya tidak terjadi dalam futsal, terpaksa terjadi beberapa kali.

Babak pertama menjadi milik Black Diamonds. Kokohnya pertahanan mereka, dengan Roy sebagai kiper, membuat semua serangan Silver Spades yang cukup baik menerapkan umpan satu-dua mentah. Sebaliknya, Black Diamonds malah unggul 2-1, dengan satu gol spektakuler dari Adi. Tendangannya terkena blok dari lawan sehingga bola melambung tinggi melewati kepala kiper Silver Spades, dan… gol!

Babak kedua berlangsung lebih ketat. Silver Spades mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki. Dan berhasil! Mereka memaksakan angka 2-2 hingga 30 detik menjelang pertandingan usai.

Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Apa daya, pada 30 detik yang menentukan itu terjadi kemelut di depan gawang Silver Spades. Black Diamonds menunjukkan determinasi tinggi dan membuahkan gol kemenangan! 3-1!

Benar-benar kenyataan pahit yang menohok. Perjuangan yang demikian bersemangat harus terantuk hasil yang kurang memuaskan.

Blakc Diamonds meneruskan peruntungannya di pertandingan ketiga hari itu, menghadapi sang pemimpin klasemen, Blue Harts. Ini adalah pertemuan kedua mereka. Pada kesempatan pertama Blue Harts mengungguli Black Diamonds, setelah selama pertandingan mereka tertekan.

Pertemuan kedua ini berjalan serupa. Black Diamonds berinisiatif menyerang, sementara Blue Harts kembali menampilkan permaian bertahan dengan sekali-kali mencuri kesempatan menyerang. Strategi yang sejauh ini terbukti menuai hasil positif.

Gelombang tekanan Black Diamonds membuahkan hasil di babak pertama. 1-0 untuk mereka! Dan tekanan terus-menerus dilancarkan pada Blue Harts yang saat itu tidak diperkuat Tetsuya dan Haris. Dedi, yang kemampuan menguasai bolanya cukup baik pun dipasang pada posisi kiper. Sepertinya mereka memang berniat menahan diri di babak pertama untuk kemudian keluar menyerang dengan kekuatan penuh di babak kedua.

Benarlah kiranya. Babak kedua Blue Harts keluar menekan. Dan Black Spades, yang sedikit-banyak mulai kelelahan akibat dua pertandingan barturut-turut, hanya bisa bertahan dengan sekali dua mencuri kesempatan melakukan serangan balik. Akhirnya tekanan itu berbuah gol! Tetsuya menceploskan gol untuk Blue Harts yang memaksa hasil akhir menjadi 1-1.

Dengan demikian, di minggu kedua ini kokohlah Blue Harts memuncaki klasemen dengan raihan 10 poin.

Pertadingan terakhir tidaklah terlalu menentukan. Orange Clovers menantang Silver Spades yang minggu sebelumnya kalah WO. Dan seolah menegaskan posisinya yang unik, kali inipun Silver Spades menghadirkan drama pertandingan yang luar biasa.

Bermain menyerang, kedua tim saling menekan dengan permainan cepat. Bola mengalir deras. Namun demikian, tekanan-tekanan yang ada tidak diselesaikan dengan baik oleh pemain depan kedua tim. Hasil serangan hanyalah berupa tendangan sudut maupun tendangan kedalam. Kedua tim memang bermain menyerang dengan disiplin tinggi. Artinya, tidak satu lobang pun dibiarkan terbuka di sisi pertahanan.

Penghujung babak pertama dan drama pun dimulai…

Berawal dari serangan Silver Spades dari sisi kanan pertahanan Orange Clovers, bola dilepas ke muka gawang. Kemelut terjadi. Bola ditepis kiper namun mental ke tengah kotak pinalti. Terjadi perebutan bola. Plos! Bola masuk ke gawang Orange Clovers melalui sentuhan kaki Refat. Own goal! 1-0 untuk keunggulan Silver Spades.

Babak kedua, unggul satu gol, Silver Spades menurunkan tekanan dan lebih berkonsentrasi menguasai bola selama mungkin. Berawal dari satu pelanggaran di muka kotak pinalti, Orange Clovers mendapat satu tendangan bebas tidak langsung. Dengan strategi standar, mereka mampu memaksakan hasil seri. Eko menceploskan bola ke sisi kiri gawang Silver Spades memanfaatkan sodoran tendangan bebas dari Wong Jo. 1-1!

Pertengahan babak kedua, drama kembali terjadi. Berupaya menghalau bola, sundulan Soni malah mengecoh Wello yang menjadi kiper. 2-1! Silver Spades lagi-lagi unggul melalui own goal.

Untung saja di penghujung babak kedua Arnolt mampu menyamakan kedudukan melalui gol yang dibuat dengan mengorbankan tubuhnya. Bertabrakan dengan kiper dan pemain belakang, ia masih mampu mendorong bola ke gawang. 2-2, dan usailah Oyaji minggu kedua.

Blue Harts kokoh di puncak klasemen sementara dengan 10 poin. Diikuti Orange Clovers di peringkat kedua setelah mengemas 7 poin. Posisi ketiga diisi oleh Black Dimaonds dengan 4 poin. Dan di urutan terakhir adalah tim penuh drama, Silver Spades, dengan raihan 1 poin.

See you next week!

Posted in Review Pertandingan | 2 Comments »

« Previous Entries