More… More… Practises!
Judul di atas mengingatkan Anda pada masa-masa di sekolahan dulu? Ketika pentas seni akhir tahun dilangsungkan, dan ada band yang performanya amburadul, dengan kekompakan melebihi Il Divo kita teriakkan: “More… More… Practises!” sambil melemparkan apa pun yang kita pegang ke panggung. Hehehe, anak sekolahan memang kejam…
Belakangan ini Makara FC juga giat berlatih. Bukan karena performa Makara FC saat ini amburadul. Wah, ga segitunya lah!
Pelatihnya? Si kecil berkaki cepat yang bawel: Dony Coach (kok mirip judul lagunya RHCP - Dani California, yah?) yang sudah terkenal di delapan penjuru lapangan futsal se-Jabodetabek. Wuihh… seperti kisah Ko Ping Ho saja. BTW busway, thanks berat Don, lo udah mau susah payah memoles sekumpulan begundal tukang umpat yang tidak berbakat ini.
Ngapain juga pake latihan segala?
Sebagian anggota Makara FC ‘kan sudah berumur diatas 25. Termasuk saya yang perutnya mendahului karir ini. Nah, agar staying power yang sudah tidak mau staying lagi di usia ini menjadi masalah minor, diputuskan bahwa gaya permaianan Makara FC harus diubah: EFFICIENT STYLE. Caranya? Ya dengan berlatih teknik dasar individu, kelompok, dan taktik. Sedikit latihan fisik mungkin perlu. Tentu saja yang dilatih adalah hal-hal sederhana. Makara FC ‘kan sama sekali tidak berniat menjadi sekolah sepak bola Ajax. Kalo ajeg-ajeg sih boleh. Cari saja yang nama punggungnya Romy Boy, pasti mau diajak ajeg-ajeg. Ya ga, Romy Boy?
Seperti minggu ini misalnya. Makara FC berlatih formasi 1-2-1 yang hanya Dony Coach dan Tuhan yang tahu apa artinya itu. Pada dasarnya formasi ini menekankan pada kemampuan menutup ruang tembak ketika tim kehilangan bola dan mengandalkan serangan balik dari kedua sisi lapangan ketika tim menguasai bola. Nama pemain serta-merta diganti dengan nomor: 1 untuk goal keeper, 2 untuk libero, 3 untuk winger (ada 2 orang), dan 5 untuk center forward. Lha, nomor 4 kemana? Tetsuya yang orang Jepang bilang kalau 4 itu angka sial, buang saja! Hahaha… Celakanya, nomor-nomor ini berubah mengikuti posisi bola. Nah lho?!
Sudah kodratnya bahwa semua sistem di dunia ini tidak ada yang sempurna. Pola permainan 1-2-1 ini pun, menurut saya yang gemar baca komik Shoot! dan Fantasista, tidak luput dari kodrat tersebut. Bagaimana formasi ini bereaksi ketika menghadapi kemampuan serangan change-side dan dribble yang mumpuni dari lawan? Dan jika formasi ini diterapkan dengan selera defensive yang berlebihan, rasanya kok menjadi suicidal ya?
Terlepas dari itu semua, formasi ini memang very very efficient dalam menghemat tenaga. Highly recommended-lah untuk kita-kita yang sudah bau kasur ini. Perfecto!
Posted in Opini | 6 Comments »
Halo! Bagaimana kabar kaki Anda yang berharga itu (maaf, saya sama sekali tidak bermaksud mengecilkan orang yang ber-handicap)? Sudah letih berlari dan menendang bola? Jika ya, mari istirahat sejenak bersama saya. Minum kopi dan baca sedikit bualan mengenai sejarah futsal. Bukan sesuatu yang sangat serius tentu saja. Hey, ini ‘kan blog, bukan website universitas ternama ataupun instansi yang menjaga martabatnya mati-matian. Seperti tempat Anda bekerja misalnya.
