Liga Futsal City

March 15th, 2007 by admin
April 1, 2007
11:00 amto12:00 pm

Pertandingan Makara FC-Red di Liga Futsal City, Raden Inten.

Anggota tim yang harus datang: Boby, Botel, bang Kiki, Refat, mas Didik, pak Jose, Ganta, Arnolt, Eko, bang Rei, Ipin, Joseph

Posted in Jadwal Kegiatan | No Comments »

Santo Marco

March 13th, 2007 by eko

Copyright Pena WormerJudul: marco van basten
Penulis: Zeger van Herwaarden
Alih Bahasa: Laurens Sipahelut
Penyunting: Andong Begawan
Penerbit: Pena Wormer
Tebal: 256 halaman
Ukuran: 14cm x 21cm
ISBN: 979-15417-0-1

Penggemar sepak bola mana yang tidak kenal Marco van Basten? Si Angsa, yang gerakannya di lapangan hijau bak penari balet ini, merupakan satu dari trio Belanda yang melambungkan AC Milan ke puncak tahta persepakbolaan Eropa. Kepadanya disematkan kata jenius (dan memang sangat pantas!). Sindhunata, di salah satu feature-nya yang termuat dalam Trilogi Bola, menyatakan bahwa van Basten membuat situasi bola sulit menjadi mustahil. Maksudnya? Entahlah, tanyakan saja ke Romo Sindhu yang tulisannya sangat kaya makna itu.

Bagi Zeger van Herwaarden yang wartawan Belanda itu, kehebatan van Basten tidak hanya terletak pada efisiensi dan kemustahilan gerakannya, namun juga terangkum dalam perjuangannya melawan cedera engkel. Cedera yang, pada akhirnya, dengan kejam memaksanya gantung sepatu.

Dalam buku ini digambarkan bagaimana cedera itu sudah menghantui van Basten sejak dia bermain di Utrecht. Jauuuhhh… sebelum ia menjadi Santo Marco bagi penduduk kota Milan, bahkan yang berbaju Inter sekalipun. Zeger van Herwaarden, dengan penuh perasaan, melukiskan berubahnya seorang anak berbakat yang menangis (kala sendirian) di kamar asrama sekolah sepak bola Ajax menjadi predator dingin yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi paling buruk belasan kiper terbaik dunia. Diceritakan pula bagaimana pergulatan batin van Basten dalam memahami dan menerima hukum tak tertulis yang berlaku di sepak bola level dunia: kill or get killed…

Bagi saya pribadi, buku ini memuat banyak sekali hal-hal kecil yang sebelumnya tidak saya ketahui mengenai dunia sepak bola internasional, terutama pergulatan batin para pemain bintang di dalamnya. Berkali-kali si Angsa harus naik meja operasi. Berkali-kali ia dihadapkan pada kegagalan untuk mengembalikan engkelnya ke kondisi puncak. Dan berkali-kali pula ia memutuskan untuk terus berjuang. Hingga pada akhirnya pelat metal yang tertanam di kaki indahnya berkata lain: semuanya sudah usai dan kejeniusannya di lapangan hijau harus berhenti! Maaf saja, kisah Rocky Balboa yang ditulis hingga 6 episode itu, hanyalah rekaan omong kosong belaka dibanding perjuangan Santo Marco dalam buku ini. Selamat berburu!

Posted in Book Review | 3 Comments »

Budaya Amatir di Liga Amatir Futsal City?!

March 12th, 2007 by razak

Era baru Makara FC, yang pada awalnya hanya berorientasi ‘bagaimana membuang keringat pasca jam kerja’, dimulai. Seiring dengan pergantian jajaran pengurus, Makara FC mulai menggeliat mencicipi sejumlah invitasi futsal yang belakangan bertebaran di ibukota Jakarta.

Setelah kenyang dicap sebagai ‘jagoan di kejuaran sendiri’, Makara FC keluar kandang. Dua invitasi perdana yang kebetulan keduanya digagas oleh Cosmo (sebuah komunitas futsal di Jakarta) dilalui Makara FC dengan hasil yang cukup lumayan. Pada invitasi pertama, Makara FC berhasil menempati peringkat kedua setelah dibekuk klub Pulsa dengan skor tipis 4-3. Kiprah Makara FC di invitasi ini sedikit ‘tercoreng’ karena formasi tim yang diturunkan bukan murni hasil binaan klub walaupun mereka masih dalam lingkup pertemanan.

Selanjutnya, langkah Makara FC lagi-lagi harus terhenti dan impian juara sirna. Alifa, sebuah tabloid, dengan susah payah berhasil membekuk Makara FC dengan skor tipis 5-4. Dua invitasi tersebut telah memberi pelajaran berarti bagi Makara FC bahwa membangun sebuah tim tidak bisa dilakukan secara instan.

Alhasil, latihan rutin Makara FC yang sebelumnya jauh dari kesan serius dirombak total dengan mendatangkan seorang pelatih bernama Dony. Sebagai ajang uji coba hasil latihan, Makara FC memutuskan untuk berkiprah di Liga Amatir yang diselenggarakan Futsal City.

Menyadari banyaknya jumlah anggota yang ada, Makara FC mengirim dua tim, Makara FC-Red dan Makara FC-Blue. Pembagian tim ditentukan oleh pengurus setelah berkonsultasi dengan pelatih dengan mengedepankan pertimbangan kualitas. Sesuai jadwal, Makara FC-Red mendapat kesempatan pertama unjuk gigi dan kemudian beberapa minggu kemudian diikuti saudaranya, Makara FC-Blue.

Sayang, kiprah Makara FC ditandai dengan langkah kurang tepat. Makara FC-Red menunjukan budaya amatir yang semestinya tidak dilakukan. Tanpa sebab yang jelas, sejumlah anggota skuad Makara FC-Red tidak tampak batang hidungnya. Jumlah skuad yang minim memaksa pengurus untuk ambil langkah cepat dengan menarik sebagian anggota Makara FC-Blue yang pada saat bersamaan tengah berjuang di Invitasi Futsal yang diselenggarakan Cosmo.

Namun, malang tak dapat dihindari. Bermodalkan materi pas-pasan, Makara FC-Red harus rela dibantai 3-10 oleh klub Zabreak. Anehnya, budaya amatir itu kembali terulang. Kali ini, Makara FC-Blue yang berulah. Ketidakhadiran dan keterlambatan sejumlah anggota skuad kembali terjadi. Sebagian memiliki alasan sedangkan sebagian lain tidak jelas. Untungnya, nasib naas itu tidak berlanjut di lapangan. Makara FC-Blue berhasil menggulung lawannya Gua FC dengan skor telak 11-3.

Dua kejadian tidak mengenakkan tersebut membuat pelatih kecewa. Pada latihan 7 Maret lalu, pelatih mempertanyakan komitmen seluruh anggota Makara FC. “Ya udah, yang sudah terjadi biar berlalu, mudah-mudahan kita semua bisa belajar dari kejadian ini,” ujar sang Presiden Makara FC, Adjie, menghibur diri.

Sentilan pelatih dan seruan introspeksi dari pengurus membawa hasil positif. Pada pertandingan berikutnya, Makara FC-Red menunjukkan perubahan sikap. Walaupun hanya menang WO, seluruh skuad Makara FC-Red hadir lengkap.

Kita tunggu apakah langkah Makara FC-Red yang mulai menanggalkan budaya amatirnya akan diikuti oleh Makara FC-Blue pada pertandingan berikutnya. Liga amatir bukan berarti budayanya juga amatir toh?!. Bravo Makara FC !!!!!!

Posted in Artikel | 5 Comments »

« Previous Entries