Santo Marco

March 13th, 2007 by eko

Copyright Pena WormerJudul: marco van basten
Penulis: Zeger van Herwaarden
Alih Bahasa: Laurens Sipahelut
Penyunting: Andong Begawan
Penerbit: Pena Wormer
Tebal: 256 halaman
Ukuran: 14cm x 21cm
ISBN: 979-15417-0-1

Penggemar sepak bola mana yang tidak kenal Marco van Basten? Si Angsa, yang gerakannya di lapangan hijau bak penari balet ini, merupakan satu dari trio Belanda yang melambungkan AC Milan ke puncak tahta persepakbolaan Eropa. Kepadanya disematkan kata jenius (dan memang sangat pantas!). Sindhunata, di salah satu feature-nya yang termuat dalam Trilogi Bola, menyatakan bahwa van Basten membuat situasi bola sulit menjadi mustahil. Maksudnya? Entahlah, tanyakan saja ke Romo Sindhu yang tulisannya sangat kaya makna itu.

Bagi Zeger van Herwaarden yang wartawan Belanda itu, kehebatan van Basten tidak hanya terletak pada efisiensi dan kemustahilan gerakannya, namun juga terangkum dalam perjuangannya melawan cedera engkel. Cedera yang, pada akhirnya, dengan kejam memaksanya gantung sepatu.

Dalam buku ini digambarkan bagaimana cedera itu sudah menghantui van Basten sejak dia bermain di Utrecht. Jauuuhhh… sebelum ia menjadi Santo Marco bagi penduduk kota Milan, bahkan yang berbaju Inter sekalipun. Zeger van Herwaarden, dengan penuh perasaan, melukiskan berubahnya seorang anak berbakat yang menangis (kala sendirian) di kamar asrama sekolah sepak bola Ajax menjadi predator dingin yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi paling buruk belasan kiper terbaik dunia. Diceritakan pula bagaimana pergulatan batin van Basten dalam memahami dan menerima hukum tak tertulis yang berlaku di sepak bola level dunia: kill or get killed…

Bagi saya pribadi, buku ini memuat banyak sekali hal-hal kecil yang sebelumnya tidak saya ketahui mengenai dunia sepak bola internasional, terutama pergulatan batin para pemain bintang di dalamnya. Berkali-kali si Angsa harus naik meja operasi. Berkali-kali ia dihadapkan pada kegagalan untuk mengembalikan engkelnya ke kondisi puncak. Dan berkali-kali pula ia memutuskan untuk terus berjuang. Hingga pada akhirnya pelat metal yang tertanam di kaki indahnya berkata lain: semuanya sudah usai dan kejeniusannya di lapangan hijau harus berhenti! Maaf saja, kisah Rocky Balboa yang ditulis hingga 6 episode itu, hanyalah rekaan omong kosong belaka dibanding perjuangan Santo Marco dalam buku ini. Selamat berburu!

Posted in Book Review

3 Responses

  1. screamyourname

    bagus ga? minjem dong….

  2. 924925 Blog Verification

    924925 Blog Verification

    924925

  3. screamyourname

    ^^iklan ya???

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.