Kompas: Futsal for Ha-Ha-Ha!!!

May 29th, 2007 by eko

Copyright Perkumpulan Karyawan KompasMasih ingat posting-an saya terdahulu soal futsal di harian Kompas Jakarta? Nah, ternyata para kuli tinta yang sudah tidak belepotan tinta ini (karena sudah pake komputer canggih) melangkah lebih jauh lagi. Mereka mengadakan turnamen futsal! Ya, benar! Anda tidak sedang mimpi atau salah baca: Turnamen Futsal di Kompas. Seru? Pasti lah yao!

Kalau saya bilang seru, itu bukan pertandingannya, tapi penontonnya, hahaha! Maklum, banyak pemainnya yang sudah berumur. Yang belum berumur pun tidak bisa dikatakan fit sepenuhnya karena begitu banyak lemak yang menggelayut di sekujur tubuh. Alhasil, nafsu gede tenaga kurang, hehehe…

Tapi bukan berarti tidak ada pemain yang bagus lho! Cukup banyak juga yang oke punya gaya dan skill individunya. Kalau Anda sering nonton siaran bola di Trans 7, mungkin kenal sama yang namanya Bung YES atau Bung JOY. Nah, kedua orang ini masuk kategori oke punya meskipun usia sudah menunjukkan dampak nyata.

Bertempat di lapangan futsal berlantai semen di belakang kantor Kompas Palmerah, turnamen ini mempertemukan begitu banyak tim dengan gaya yang juga sangat beragam. Mulai dari Penyelaras Bahasa yang matanya sembab semua lantaran setiap hari begadang, Desk Olah Raga yang komentar ke gawangnya melebihi tendangan ke gawang, Desk Politik dengan analisis rumit tanpa hasil, Divisi Teknologi Informasi+Litbang yang tampil lengkap dengan analisis canggih dan kabel-kabel optik, hingga Out Sourcing yang selama pertandingan ga berhenti berlari karena memang kerjaan sehari-hari ngacir mondar-mandir beliin makan dan mengirim hasil foto kopi. Semua tumpah ruah, berjibaku, dan… ini yang penting… bergembira ria bermain futsal bersama. Kantor mana coba yang bisa kayak begini?

Saya sih, sebenarnya, tidak terlalu tertarik dengan pertandingannya. Bukan apa-apa, soalnya turnamen ini memang tidak dicetuskan untuk unjuk kehebatan bermain futsal. (Lagian saya juga ga punya kelebihan tuh, selain kelebihan berat badan, hehehe…) Bukan. Tapi untuk menggalang kebersamaan dan menyatukan semua karyawan dalam suasana kerja yang bergembira. Orang bahagia itu kan produktif. Tul ga?

Bagi saya, yang paling menarik adalah diperbolehkannya perempuan bergabung dengan laki-laki dalam satu tim. Komposisinya bebas. Posisinya juga bebas. Boleh jadi kiper, pemain bertahan, atau penyerang yang mencetak gol kemenangan. Dalam turnamen ini laki-laki dan perempuan punya hak dan kewajiban yang sama. Mungkin ini yang perlu direnungkan dalam dunia kita yang terlampau maskulin ini: sejauh mana kita mengapresiasi peranan perampuan? Teori atau sudah praktek? Hehehe, sok aktivis ah!

Posted in Opini

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.