Sumpah Palapa 2007

August 7th, 2007 by eko

Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. (Wikipedia)

Waduh! Hampir pasti Anda tidak tahu apa makna kata-kata dalam tulisan Jawa Pararaton ini. Tapi saya yakin, sebagian dari kita (yang pada jaman sekolahan tidak jatuh tertidur ketika pelajaran sejarah berlangsung) bisa menduga: Ini pasti sumpah palapa-nya Gajah Mada! Apa kaitannya futsal, saya yang menjadi buruh keren di harian Kompas, dan Gajah Mada? Ada! Tapi sedikit…

Bulan Agustus ini, hampir semua bagian Kompas Gramedia Group yang berkantor di jalan Gajah Mada ikut-ikutan dalam sebuah turnamen futsal. Bukan versi yang super serius dan berkelas dunia tentunya. Lha wong pemainnya saja banyak yang ga mudeng sama peraturan futsal. No big deal, lah… Tema dari permainan ini kan “menyenangkan dan tak terlupakan” (seperti tertera di kaos dalam salah satu wasit). Kaos dalam?

Sebanyak sepuluh tim ikut serta. Gerombolan tanpa bentuk ini berasal dari berbagai macam profesi. Ada yang berasal dari Front Office yang kerjanya ngumpulin duit setiap hari. Alhasil, ya seperti kerjaan sehari-hari yang UUD (Ujung-Ujungnya Duit) maka permainannya pun UUG (Ujung-Ujungnya Gol). Ga perduli bagus, indah, atau pun berantakan, ya yang penting itu tadi: gol. Tim yang berpenampilan paling impresif, menurut saya, adalah Toko Buku Gramedia yang tampil dengan kaos kuning menyala. Mungkin mereka dekat dengan JK dan geng pengusahanya itu. Tampil apik dengan dua motor bernomor punggung 4 dan 6 (kalau digabung “46″ jadi patas Grogol-Kp. Rambutan yang suka bermanuver melebihi Hamilton si Rising Star dari arena F1), tim ini membabat semua lawan-lawannya malam itu. Untung rumput di pinggir lapangan sudah rapi. Kalau tidak, wah, mungkin dibabat sekalian sama mereka.

Modem, yang rupanya kelebihan bakat terpendam, mengirim dua tim. Sayang, permainan Jamil, yang biasanya kutak-katik bola dari depan, ke pinggir, hingga akhirnya out, tidak muncul malam itu. “Belum makan malam”, begitu kilahnya. Viki, yang menjaga gawang Modem B, tampil beringas seperti biasanya. Saking beringasnya sampai lupa bahwa wilayah kerjanya dibatasi oleh garis berwarna hijau. Alhasil, ya pelanggaran lah! Secara dia meninju bola dengan tangan di luar area goal keeper. Untung bukan wasit yang ditinju…

Resik dan Office Boy, turun di dua tim berbeda. Keduanya sama-sama energik. Lari sana lari sini. Tendang kanan tendang kiri. Saking asiknya, tim Resik malah sampai lupa mencetak gol! Halah… Produksi dan Security ternyata tidak tinggal diam. Bermodalkan otot menonjol dan tampang sangar, Security ternyata tidak berhasil mengintimidasi tim lawan. Berkali-kali si penjaga gawang yang tampil blingsatan mesti memungut bola dari jalanya. Yah, namanya juga futsal. Ga melulu soal otot. Mungkin ototnya bisa dimaksimalkan untuk adu panco di lain kesempatan.

Tepatnya berapa pertandingan yang dimainkan, siapa saja yang ikutan, siapa pemenang tiap pertandingan, berapa gol yang tercipta, saya tidak tahu! Terlalu banyak aksi individu menawan yang mesti diingat. Salah satunya adalah aksi penjaga gawang tim Front Office, bung Igor, yang masih sempat-sempatnya menepis bola dengan tangan ketika tubuhnya sudah rata dengan lantai. Benar-benar gesit seperti kucing (garong?). Atau punya hubungan dekat dengan copet? Hanya bung Igor yang tahu. Tapi yang jelas Igor satu ini tidak ada hubungannya dengan pentolan musik cadas asalBrasil, Sepultura.

Turnamen futsal Gajah Mada ini, menurut saya, berlangsung sangat sportif dan menyenangkan. Dari sekian pertandingan, hanya ada satu kartu kuning. Itu pun dikeluarkan karena salah satu pemain melakukan protes keras terhadap keputusan wasit yang jelas-jelas benar adanya. Thanks to Donzol and the Gank yang sudah mau susah-susah menjadi pengadil di turnamen ini.

Saya hanya mengingatkan, mbok ya kalau sudah di lapangan jangan ada yang ngerokok atau buang sampah sembarangan. Kesannya kok jadi kayak di terminal. Kalau diperhatikan dengan seksama, sebenarnya di dinding bangunan dekat gerbang lapangan sudah ditempel beberapa aturan penggunaan lapangan. Tidak ada ruginya itu dibaca dan ditaati. Dan lagi, kalau kita lebih sering melihat ke atas, di atas pagar yang berseberangan dengan bangunan itu sekarang sudah ada kamera CCTV. Tindakan kita semua di lapangan tentu terpantau dan terekam. Siapa yang memantau dan untuk apa rekamannya, itu saya tidak tahu. Mungkin bisa ditanyakan pada rumput yang bergoyang (sebelum ga bisa goyang lagi karena keburu ditebas tim Toko Buku Gramedia). Selamat mengikut turnamen dan salam futsal

Posted in Berita Ringan

4 Responses

  1. Jeffry

    ASu! Matamu! aku serius nggoleki sumpah palapa kok diapusi!!!

  2. Jony

    He ojo ngono iki yo pener loo…

  3. Ayu

    tapi klo bisa serius dong!!!

  4. SBY

    Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!Benar!

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.