Category IconLapangan Masa Depan

September 27th, 2007 by eko

Setelah sekian lama berkubang dalam lumpur pekerjaan, akhirnya saya punya sedikit waktu untuk menengok blog tercinta ini kembali. Di bulan puasa ini, bersamaan dengan datangnya cedera engkel yang memang tak pernah pulih benar, saya mendapati bahwa saya sangat merindukan futsal.

Betapa tidak?

Nyaris sudah tiga minggu saya tidak menendang si kulit bundar. Tidak berlari kesana kemari memberi umpan-umpan cantik. Tidak lenggak-lenggok menggocek bola dan menciptakan gol-gol aduhai. Padahal saya tidak puasa… Hahaha…! (No offense guys…)

Paling banter saya hanya berlatih secara imajiner alias bermain Winning Eleven! Dengan lawan yang tidak sepadan pula, yang tidak lain adalah teman satu kos saya: Si tukang komik yang mendesain head image di blog ini. Si tukang komik yang senantiasa menelan kekalahan dari saya. Bukan karena saya jago. Tapi karena dia baru maen Winning seminggu belakangan ini saja, huehehe… Dan, pssttt… saya kasih dia tips untuk mencetak gol: PENCETLAH TOMBOL X, HAHAHA… Knowledge is the power, bung!

Pelatih saya yang cerewet, Dony Coach, yang sekaligus juga teman baik saya, sebenarnya punya materi tulisan untuk blog ini. Materi yang sedang trend dan saya yakin bakal disukai oleh sebagian pebisnis yang belakangan banyak mengintip blog ini: CARA MEMBANGUN LAPANGAN FUTSAL, SUMBER DAYA, DAN BIAYANYA! WhoaI can see that your jaws are dropping, guys

Tapi, saya menilai bahwa materi itu lebih baik disimpan sebagai materi iklan saja. Dengan pertimbangan potensi komersilnya, tentu saja. Sebagai gantinya, saya akan menulis mengenai salah satu lapangan futsal komersil di Jakarta, yang menurut hemat saya, adalah yang berkualitas tinggi. (Don, lo kudu nganterin gua ke lapangan ini dan kita mesti maen disini, OK?) Dan yang terpenting: memenuhi game standard yang ditetapkan oleh FIFA. Terus terang saja, untuk yang satu ini, nyaris semua lapangan dengan embel-embel  futsal yang menjamur di Jakarta selalu mengabaikannya. Sengaja atau tidak, saya tidak berani berasumsi.

Setelah tulisan mengenai my favorite field ini muncul, barulah kita bahas behind the scene dari lapangan ini. Bagaimana dia dibangun. Sumber daya seperti apa yang memungkinkan. Berapa dananya. Dan SIAPA YANG MAMPU MEMBANGUNNYA! Ini, tentu saja, akan menjadi pengetahuan yang menguntungkan banyak pihak. Saya bertaruh $1 (ini jimat dalam dompet saya yang lebih sering kosong daripada berisi) untuk itu!

Lapangan apa yang akan saya tulis? Ya itu, tunggu saja…

Sekarang, sambil menunggu saatnya berbuka, cobalah Anda pemanasan sedikit dengan berlari kecil mengitari lapangan futsal. Tidak ada salahnya kita menggugat ungkapan: BERBUKALAH DENGAN YANG MANIS (apa memang benar glukosa sederhana adalah jawaban tepat bagi otot yang mengkerut karena seharian menahan lapar?) menjadi: BERBUKALAH DENGAN YANG SEHAT.

Selamat berpuasa, dan salam futsal

Posted in Opini | 22 Comments »