An Idiot Thinks Violence is the Answer

November 29th, 2007 by eko

Apa jadinya dunia ini, ketika semua masalah mesti diselesaikan dengan kekerasan?

Saya yakin, yang akhirnya tersisa dan hidup adalah orang-orang gila perang seperti George W. Bush. Dan dunia yang diisi oleh orang-orang semacam ini, sama sekali bukan dunia yang saya inginkan. Untuk diri saya maupun keturunan saya nantinya.

Lho, kok bagian awal tulisan ini seperti kalimat-kalimat pembuka dalam Opini di harian Kompas?

Sebenarnya, itulah kesan saya terhadap keseluruhan latih-tanding semalam. Marah, kecewa, dan terlebih lagi sedih. Bagaimana tidak? Latih-tanding, yang dalam bahasa bule-nya adalah friendly match, yang dari kata pembentuknya memiliki makna persahabatan, dapat berubah menjadi ajang menumpahkan kemarahan dan kekerasan? Sungguh, saya merasa malu. Kekerasan di dalam futsal, seperti juga kekerasan di dalam rumah tangga, sangatlah tidak pantas dan tidak beradab!

Seperti pada beberapa latih-tanding sebelumnya, malam itu pun dimulai dengan sesi  perkenalan. Sebagian tim Ciledug Indah, yang hampir semuanya dalam usia kuliahan, secara sepintas memperkenalkan diri kepada Makara FC. Setelah pemanasan selama 15 menit, latih-tanding pun dimulai.

Game pertama berjalan berat sebelah. Tim Ciledug Indah, yang sepertinya demam panggung dan kurang terkoordinasi, dilumat 4-0. Umar layak mendapat predikat man of the match dengan borongan 2 gol-nya dan determinasi yang sangat baik sepanjang 10 menit game ini. Saya sendiri mendapat beberapa peluang yang bagus. Namun penampilan penjaga gawang mereka cukup baik sehingga semua peluang mentah. Keempat gol yang digelontorkan itu, menurut pengamatan saya, adalah buah dari koordinasi buruk dan rendahnya disiplin  pemain belakang tim Ciledug Indah.

Game kedua berjalan lebih imbang. Makara FC mengurangi tekanan sementara tim Ciledug Indah mulai nyaman dengan pola permainannya sendiri. Serangan terjadi silih berganti. Namun pada game inilah bara api kebencian, yang entah dari mana asalnya, mulai memercik hingga akhirnya berkobar pada game ke-3. Sungguh-sungguh kemunduran besar dalam sejarah Makara FC…

Entah bagaimana mulainya, keributan antar pemain terjadi di tengah lapangan. Terjadi saling dorong, saling meneriakkan kata-kata bernada keras, dan saling tunjuk dengan bahasa tubuh yang mengancam. Refat, yang pada kesempatan itu menjadi wasit, sama sekali tidak digubris otoritasnya. Lapangan futsal GOR Pertamina Simprug, yang selama dua tahun terakhir menjadi ajang bermain futsal yang menyenangkan, tiba-tiba berubah menjadi ladang permusuhan berisi orang-orang norak yang berkelakuan seperti orang tidak berpendidikan. Seingat saya memang tidak sampai terjadi saling pukul. Aji sang Presiden dan Eka dari Ciledug Indah, yang merupakan penanggung-jawab dari masing-masing tim, dengan sigap mampu mengendalikan suasana.

Kekesalan dan kekecewaan saya tidak berhenti sampai disini. Dengan jelas saya melihat seorang pendukung Ciledug Indah (karena laki-laki ini tidak mengenakan perlengkapan olahraga apa pun dan sedari awal memang hanya nongkrong sambil terus-menerus merokok) mengambil sebilah besi sepanjang 1.5 meter yang memang banyak bertebaran di bawah papan skor. Sambil bergaya sok maut pria kurus ini mulai berjalan ke tengah lapangan yang merupakan pusat keributan malam itu. Tapi perjalanannya terhenti pada langkah kedua. Setelah diteriaki ramai-ramai, ditambah dengan ditunjuk-tunjuk pula, malaikat maut ini surut dan akhirnya menjatuhkan bilah besinya. Kemudian kembali duduk di bawah papan skor, melanjutkan merokok dan cengar-cengir kayak orang pinter. Halah! MasMasSampeyan itu maunya apa sih?

Cukup sudah!

Setelah itu keributan mereda dan latih-tanding memang diteruskan. Namun bagi saya pribadi, latih-tanding ini sudah selesai. Dengan cara yang paling tidak enak, saya harus membuka mata dan menyadari bahwa apa pun bentuk olahraganya, sebagian dari kita memang menyimpan kekerasan dalam hati. Dendam yang entah dari mana asalnya. Dendam yang kerap dilampiaskan kepada orang lain, yang bisa jadi sama sekali tidak salah apa-apa.

Buat Ali, anggota baru Makara FC yang jauh-jauh datang dari Surabaya, saya mohon maaf. Latihan pertama Anda diwarnai dengan kejadian yang paling saya benci. Semoga semangat futsal Anda jauh lebih besar dari kebencian. Semoga begitu juga dengan kita semua…

Posted in Review Pertandingan | 9 Comments »

yang Muda yang Antusias

November 23rd, 2007 by eko

Setelah sempat molor selama setengah jam, technical meeting untuk Futsal Tournament for Elementary School 2007 pun dimulai pada pukul 14:00, Kamis, 22 November 2007 yang lalu. Keterlambatan ini disebabkan ada beberapa perwakilan sekolah peserta turnamen yang mengalami kesulitan dalam mencapai lokasi Planet Futsal A”X”C Kelapa Gading. No problemo. Yang penting kan akhirnya nyampe juga. BTW, jika para wakil sekolah ini menyempatkan diri membuka Peta Lapangan Futsal di Jakarta yang disediakan oleh Makara FC dalam blog ini, kemungkinan nyasar bisa diperkecil kan?

Turnamen futsal untuk tingkat SD ini digagas oleh Corporate Human Resource dengan menggandeng Milo dan Soccer sebagai sponsornya. Bertempat di Planet Futsal A”X”C Kelapa Gading, turnamen ini akan berlangsung selama satu hari penuh pada hari Sabtu, 24 November 2007. Bagi yang berminat lihat futsal dimainkan oleh bocah-bocah culun namun bersemangat dan mungkin saja berbakat, silahkan datang ke lokasi pertandingan. Selain itu, di turnamen ini nanti akan dibagikan minuman dari Milo dan tabloid Soccer secara gratis kepada semua orang yang hadir, bukan peserta turnamen saja. Dan yang lebih oke lagi: siap-siap mendapatkan hadiah dari berbagai kuis yang akan digelar!

  

Dalam technical meeting ini, pihak penyelenggara diwakili oleh Boby Sheva, Pak Endang, dan Pak Sumarno. Sementara wakil peserta yang datang sebanyak 12 perwakilan dari total 16 peserta turnamen. Saking semangatnya mengikuti turnamen ini, Angkasa IX dan Angkasa XII tidak hanya mengirim perwakilan tim saja. Sebagian calon pemain yang masih culun-culun ternyata juga dibawa serta. Hebat! Antusiasme semacam inilah yang layak mendapat acungan jempol.

Boby Sheva, selaku Project Officer turnamen ini, memaparkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pertandingan pada hari Sabtu nanti. Mulai dari peraturan pertandingan, perlengkapan berupa kostum maupun rompi, hingga hadiah bagi Best Player dan Top Scorer yang menanti di penghujung turnamen.

Berikutnya adalah penarikan undian untuk menentukan tim mana masuk dalam grup apa. Beberapa perwakilan yang tidak datang digantikan peranannya oleh Pak Endang dan Pak Sumarno. Hasil pembagian grup dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

 NO  Nama Sekolah Dasar  Group 
 1  Al-Azhar 13 Rawamangun   A
 2  Gondangdia 04  A
 3  Al-Azhar 6 JKP – B  A
 4  Bethel – B  A
 5  Santa Maria – B  B
 6  Angkasa IX – A  B
 7  Al-Azhar 6 JKP – B  B
 8  Tunas Kasih  B
 9  Trisula  C
 10  Al-Khairat  C
 11  Angkasa XII – B  C
 12  Angkasa IX – B  C
 13  Sumbangsih  D
 14  Angkasa XII – A  D
 15  Bethel – A  D
 16  Santa Maria – A  D

Di penghujung technical meeting, pihak penyelenggara mengingatkan semua peserta agar menghadiri upacara pembukaan dan selama turnamen tetap berada di sekitar arena pertandingan. Jika nantinya ada kejadian WO, maka jadual pertandingan otomatis akan dimajukan sehingga peserta dalam pertandingan selanjutnya diwajibkan untuk senantiasa siap sedia. Sedianya upacara pembukaan juga akan dihadiri oleh Drs. H. Eddy Nurinda, M.Si yang menjabat Kabid Prestasi Olahraga Nasional dan Internasional Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI.

Semoga turnamen ini mampu mengajarkan semangat juang dan sportivitas bagi semua pesertanya yang merupakan masa depan kita semua. Selamat bertanding!

Boby Sheva sedang memberi penjelasan peraturan pertandingan   yang Muda yang Antusias

Posted in Advertorial | 2 Comments »

Majalah Futsal Mania Plus

November 23rd, 2007 by eko

Nama Media   : Futsal Mania Plus
Format            : Tabloid atau ukuran khusus 26 x 37 cm
Konfigurasi     : 24 halaman berwarna
Kertas             : HVS 60 gram
Frekuensi       : Terbit 1 x sepekan
Hari Edar        : Rabu pagi
Harga Cover   : Rp. 5.000 (Jabodetabek) & Rp. 5.500 (luar Jabodetabek)

Dalam posting kali ini saya menurunkan artikel ringan mengenai sebuah majalah yang akan diluncurkan akhir pekan ini. Majalahan yang unik karena temanya, namun (menurut saya) rawan dari segi perkembangan bisnisnya. Majalah Futsal Mania Plus. Nama yang unik untuk sebuah majalah kan?

Sebenarnya, kalo ditimbang-timbang, tulisan ini layak jadi advertorial. Dan tentu saya layak mendapat uang kan? Huehehehe… Tapi karena di majalah ini pelatih futsal sekaligus teman baik saya, Donzol, ikut-ikutan jadi reporter, ya sudah, tak kasih gratis sampeyan… Lagi pula dia berjanji untuk mencantumkan alamat blog ini, http://makarafutsal.com besar-besar di halaman dalam rubrik yang berisi bahasan tim-tim futsal yang kini masih aktiv.

Kenapa menerbitkan majalah futsal?

Menurut analisis SWOT dari penerbitnya sih, peluang untuk menangguk uang dari futsal terbuka lebar. Bisa dengan cara mendirikan lapangan futsal, dengan mendirikan toko olahraga, membentuk tim futsal yang ikut dalam berbagai turnamen amatir maupun profesional, atau menerbitkan media yang mengupas futsal dari semua sudut yang memungkinkan.

Sedikit banyak analisis ini memang ada benarnya. Futsal sedang booming, terutama di kota-kota besar di Indonesia. Kebijakan tata ruang yang secara brutal mengembat lahan-lahan publik untuk dijadikan pusat bisnis yang gak jelas kemana lari uangnya juga menjadikan futsal sebagai pilihan olah raga yang sangat feasible. Setidaknya bagi kita-kita yang tinggal di Jakarta.

Masalahnya, menurut visi saya yang memang masih cetek, terletak pada dua aspek utama: redaksional dan pendapatan. Sebagai brand yang baru nongol, pendapatan dari sisi sirkulasi sebaiknya dikeluarkan dari hitungan dulu. Aktivitas futsal resmi, yang memang masih terbilang sedikit, merupakan kendala tersendiri. Jika bahan beritanya sedikit, mau diisi apa majalah ini setiap pekannya? Tentu alternatif liputan yang mungkin kandungan futsal-nya sedikit pun dapat digali dan dimasukkan dalam pertimbangan tim redaksi.

Lalu bagaimana dengan pendapatan? Harapan utama tentu ditumpukan pada iklan. Sialnya, pengiklan hanya akan muncul jika raihan audience majalah ini sudah terbukti cukup besar dan memang niche. Artinya apa? Menurut saya, jalur distribusilah yang menjadi pokok garapan yang perlu segera dibangun meskipun ini berarti burning cost dalam jumlah cukup besar. Secara, menurut satu sumber, cetak perdananya akan berjumlah 10.000 eksemplar. Bujug dah…

Kembali ke… Majalah Futsal Mania Plus!

Rencananya, majalah ini akan berisi beragam hal seputar futsal. Mulai dari sosok yang punya pengaruh besar di dunia futsal Indonesia, tips, review lapangan, profil tim futsal yang ada, berita seputar tim nasional futsal Indonesia, jadual turnamen, hingga berita futsal dari manca negara. Bolehlah…

Satu hal lagi. Sebaiknya segera diinformasikan dimana majalah ini nantinya bisa didapatkan. Nah, kalo ini mau diinformasikan melalui blog ini, sori-sori kata, kayaknya Futsal Mania Plus terpaksa membayar kita-kita niy. Hahaha…

Selamat bergabung di industri media Indonesia yang tidak teraudit dan pemainnya kebanyakaan pembohong. Semoga sukses selalu!

Posted in Artikel | 24 Comments »

« Previous Entries