An Idiot Thinks Violence is the Answer
Apa jadinya dunia ini, ketika semua masalah mesti diselesaikan dengan kekerasan?
Saya yakin, yang akhirnya tersisa dan hidup adalah orang-orang gila perang seperti George W. Bush. Dan dunia yang diisi oleh orang-orang semacam ini, sama sekali bukan dunia yang saya inginkan. Untuk diri saya maupun keturunan saya nantinya.
Lho, kok bagian awal tulisan ini seperti kalimat-kalimat pembuka dalam Opini di harian Kompas?
Sebenarnya, itulah kesan saya terhadap keseluruhan latih-tanding semalam. Marah, kecewa, dan terlebih lagi sedih. Bagaimana tidak? Latih-tanding, yang dalam bahasa bule-nya adalah friendly match, yang dari kata pembentuknya memiliki makna persahabatan, dapat berubah menjadi ajang menumpahkan kemarahan dan kekerasan? Sungguh, saya merasa malu. Kekerasan di dalam futsal, seperti juga kekerasan di dalam rumah tangga, sangatlah tidak pantas dan tidak beradab!
Seperti pada beberapa latih-tanding sebelumnya, malam itu pun dimulai dengan sesiĀ perkenalan. Sebagian tim Ciledug Indah, yang hampir semuanya dalam usia kuliahan, secara sepintas memperkenalkan diri kepada Makara FC. Setelah pemanasan selama 15 menit, latih-tanding pun dimulai.
Game pertama berjalan berat sebelah. Tim Ciledug Indah, yang sepertinya demam panggung dan kurang terkoordinasi, dilumat 4-0. Umar layak mendapat predikat man of the match dengan borongan 2 gol-nya dan determinasi yang sangat baik sepanjang 10 menit game ini. Saya sendiri mendapat beberapa peluang yang bagus. Namun penampilan penjaga gawang mereka cukup baik sehingga semua peluang mentah. Keempat gol yang digelontorkan itu, menurut pengamatan saya, adalah buah dari koordinasi buruk dan rendahnya disiplinĀ pemain belakang tim Ciledug Indah.
Game kedua berjalan lebih imbang. Makara FC mengurangi tekanan sementara tim Ciledug Indah mulai nyaman dengan pola permainannya sendiri. Serangan terjadi silih berganti. Namun pada game inilah bara api kebencian, yang entah dari mana asalnya, mulai memercik hingga akhirnya berkobar pada game ke-3. Sungguh-sungguh kemunduran besar dalam sejarah Makara FC…
Entah bagaimana mulainya, keributan antar pemain terjadi di tengah lapangan. Terjadi saling dorong, saling meneriakkan kata-kata bernada keras, dan saling tunjuk dengan bahasa tubuh yang mengancam. Refat, yang pada kesempatan itu menjadi wasit, sama sekali tidak digubris otoritasnya. Lapangan futsal GOR Pertamina Simprug, yang selama dua tahun terakhir menjadi ajang bermain futsal yang menyenangkan, tiba-tiba berubah menjadi ladang permusuhan berisi orang-orang norak yang berkelakuan seperti orang tidak berpendidikan. Seingat saya memang tidak sampai terjadi saling pukul. Aji sang Presiden dan Eka dari Ciledug Indah, yang merupakan penanggung-jawab dari masing-masing tim, dengan sigap mampu mengendalikan suasana.
Kekesalan dan kekecewaan saya tidak berhenti sampai disini. Dengan jelas saya melihat seorang pendukung Ciledug Indah (karena laki-laki ini tidak mengenakan perlengkapan olahraga apa pun dan sedari awal memang hanya nongkrong sambil terus-menerus merokok) mengambil sebilah besi sepanjang 1.5 meter yang memang banyak bertebaran di bawah papan skor. Sambil bergaya sok maut pria kurus ini mulai berjalan ke tengah lapangan yang merupakan pusat keributan malam itu. Tapi perjalanannya terhenti pada langkah kedua. Setelah diteriaki ramai-ramai, ditambah dengan ditunjuk-tunjuk pula, malaikat maut ini surut dan akhirnya menjatuhkan bilah besinya. Kemudian kembali duduk di bawah papan skor, melanjutkan merokok dan cengar-cengir kayak orang pinter. Halah! Mas… Mas… Sampeyan itu maunya apa sih?
Cukup sudah!
Setelah itu keributan mereda dan latih-tanding memang diteruskan. Namun bagi saya pribadi, latih-tanding ini sudah selesai. Dengan cara yang paling tidak enak, saya harus membuka mata dan menyadari bahwa apa pun bentuk olahraganya, sebagian dari kita memang menyimpan kekerasan dalam hati. Dendam yang entah dari mana asalnya. Dendam yang kerap dilampiaskan kepada orang lain, yang bisa jadi sama sekali tidak salah apa-apa.
Buat Ali, anggota baru Makara FC yang jauh-jauh datang dari Surabaya, saya mohon maaf. Latihan pertama Anda diwarnai dengan kejadian yang paling saya benci. Semoga semangat futsal Anda jauh lebih besar dari kebencian. Semoga begitu juga dengan kita semua…
Posted in Review Pertandingan

ini pasti gara2 daftar lapangan futsalnya judulnya “Fighting Ground” hehe
futsal adalah olahraga yang menyenangkan, sungguh… tapi hanya karena segelintir “oknum”2 yang tidak pandai dlm mengendalikan emosinya… yah sudah jadilah olahraga ini jadi nge’BT”in!!!! tapi semua itu tentunya ada hikmah dan pelajaran bagi kita semuanya….saya sebagai orang yang paling bertanggungjawab dgn rekan dr ciledug indah secara dewasa dan tulus dengan ini memohon maaf sepenuhnya atas insiden tersebut, semoga ini tidak menjadi pemutus tali silahturahmi diantara kita para futsalmania..dan sungguh saya sendiri sangat tertarik untuk bergabung main dgn rekan2 di makara fc….yahh kalau boleh.. he..he..
wah, si eka langsung nongol niy, hehehe…
secara pribadi, gua sih welcome aja
situ kan mo ikutan turnamen, dengan ini udah ketahuan PR terbesarnya apa kan?
sukses selalu…
mungkin gara2 kericuhan tersebut… gantian membuat makara fc yang demam panggung… sehingga pertandingan berakhir dengan skor 13-9
untuk kemenangan Tim Ciledug Indah….(karne gw Nonton disitu)
Dol-futsal mania
Ui 91
Bagi MAKARA Futsal Club sejak kelahirannya hasil akhir bukanlah suatu hal penting karena permainan futsal yang menawan sesuai dengan kaidah dan aturan futsal yang benar itulah yang jauh LEBIH PENTING dari segalanya…
Teman saya, Bos Hafidh, dalam chatting via YM tanpa perlu saya jelaskan lebih detail sudah mengerti bahwa sumber kericuhan adalah MAKARA FC bertemu lawan yang tidak/belum mengerti peraturan futsal sehingga permainan kasar yang ‘menyebalkan’ justru terjadi.
Dalam sharing session setelah latihan, saya tegaskan sekali lagi bahwa ini adalah ‘resiko’ yang harus diambil dengan memberikan penawaran latih tanding secara terbuka via http://www.makarafutsal.com. Indikatornya jelas, tim yang bersedia hadir dan mampu membayar share sewa lapangan yang akan menjadi tim latih-tanding tanpa pernah tahu bagaimana kualitas serta pemahaman tim lawan tersebut terhadap permainan futsal yang mengedepankan sportivitas dan sesuai aturan futsal yang benar.
Btw, untuk Bung Eka… selaku salah satu official, saya persilakan Anda untuk hadir dan bergabung dalam seleksi pemain Tim makarafutsal.com yang akan mulai seleksi pada Rabu, 5 Desember 2007 untuk mengikuti Turnamen Futsal Akhir Tahun 2007 di My Futsal… boleh jadi Anda bisa terpilih… tapi, untuk urusan administrasi dalam proses untuk menjadi anggota silakan mengikuti ketentuan yang ditetap oleh Presiden MAKARA Futsal Club saat ini, Adjie.
Bung Eko, satu hal penting bagi makarafutsal.com dan MAKARA Futsal Club adalah hikmah yang diambil dari kejadian Rabu, 28 November 2007 adalah kita mesti lebih ‘bersabar’ lagi agar futsal benar-benar bisa dimengerti secara sempurna dan dimainkan dengan benar oleh semua futsal mania.
Jangan pernah putus asa untuk terus mengembangkan futsal di Indonesia…
TETAP SEMANGAT!!!
FOOTBALL SALA UNIVERSITAS BUDI LUHUR (BLFS) BAGI KAMI PECINTA FUTSAL SUDAH TIDAK HERAN LAGI DENGAN LUAPAN EMOSI PEMAIN JADI TIDAK PERLU DI BESAR BESARKAN.KARENA ITU IBARAT BUMBU DALAM OLAHRAGA DAN BAGI KAMI HASIL DALAM FRIENDLY MACTH MENUNJUKKAN HASIL DARI LATIHAN YANG DILAKUKAN. SEBELUM MENGIKUTI PERTANDINGAN YANG SEBENARNYA. BRAVO FUTSAL……………………………………………………………………………..
Terkadang olah raga memang tercoreng oleh tindakan-tindakan dari para pemainnya. Mencari siapa yang salah dan siapa yang benar tidak akan pernah ada habisnya, alangkah lebih baik jika kita memikirkan bagaimana kita bisa menjadi lebih baik. Buat bang Eka, gue atas nama Makara juga minta maaf kalau ada salah. Salam Futsal!!!
(………………….) jgn pernah memutar balikkan fakta
Dimana-mana pertandingan pasti berpotensi ribut…apalagi futsal yang masih sodaraan lekat sama sepakbola. Hehehe…
Emang ngga ada satpam venue-nya ya kalo ada yang rese kaya si penonton “macho” yang masup lapangan bawa pentungan?