Category IconMajalah Futsal Mania Plus

November 23rd, 2007 by eko

Nama Media   : Futsal Mania Plus
Format            : Tabloid atau ukuran khusus 26 x 37 cm
Konfigurasi     : 24 halaman berwarna
Kertas             : HVS 60 gram
Frekuensi       : Terbit 1 x sepekan
Hari Edar        : Rabu pagi
Harga Cover   : Rp. 5.000 (Jabodetabek) & Rp. 5.500 (luar Jabodetabek)

Dalam posting kali ini saya menurunkan artikel ringan mengenai sebuah majalah yang akan diluncurkan akhir pekan ini. Majalahan yang unik karena temanya, namun (menurut saya) rawan dari segi perkembangan bisnisnya. Majalah Futsal Mania Plus. Nama yang unik untuk sebuah majalah kan?

Sebenarnya, kalo ditimbang-timbang, tulisan ini layak jadi advertorial. Dan tentu saya layak mendapat uang kan? Huehehehe… Tapi karena di majalah ini pelatih futsal sekaligus teman baik saya, Donzol, ikut-ikutan jadi reporter, ya sudah, tak kasih gratis sampeyan… Lagi pula dia berjanji untuk mencantumkan alamat blog ini, http://makarafutsal.com besar-besar di halaman dalam rubrik yang berisi bahasan tim-tim futsal yang kini masih aktiv.

Kenapa menerbitkan majalah futsal?

Menurut analisis SWOT dari penerbitnya sih, peluang untuk menangguk uang dari futsal terbuka lebar. Bisa dengan cara mendirikan lapangan futsal, dengan mendirikan toko olahraga, membentuk tim futsal yang ikut dalam berbagai turnamen amatir maupun profesional, atau menerbitkan media yang mengupas futsal dari semua sudut yang memungkinkan.

Sedikit banyak analisis ini memang ada benarnya. Futsal sedang booming, terutama di kota-kota besar di Indonesia. Kebijakan tata ruang yang secara brutal mengembat lahan-lahan publik untuk dijadikan pusat bisnis yang gak jelas kemana lari uangnya juga menjadikan futsal sebagai pilihan olah raga yang sangat feasible. Setidaknya bagi kita-kita yang tinggal di Jakarta.

Masalahnya, menurut visi saya yang memang masih cetek, terletak pada dua aspek utama: redaksional dan pendapatan. Sebagai brand yang baru nongol, pendapatan dari sisi sirkulasi sebaiknya dikeluarkan dari hitungan dulu. Aktivitas futsal resmi, yang memang masih terbilang sedikit, merupakan kendala tersendiri. Jika bahan beritanya sedikit, mau diisi apa majalah ini setiap pekannya? Tentu alternatif liputan yang mungkin kandungan futsal-nya sedikit pun dapat digali dan dimasukkan dalam pertimbangan tim redaksi.

Lalu bagaimana dengan pendapatan? Harapan utama tentu ditumpukan pada iklan. Sialnya, pengiklan hanya akan muncul jika raihan audience majalah ini sudah terbukti cukup besar dan memang niche. Artinya apa? Menurut saya, jalur distribusilah yang menjadi pokok garapan yang perlu segera dibangun meskipun ini berarti burning cost dalam jumlah cukup besar. Secara, menurut satu sumber, cetak perdananya akan berjumlah 10.000 eksemplar. Bujug dah…

Kembali ke… Majalah Futsal Mania Plus!

Rencananya, majalah ini akan berisi beragam hal seputar futsal. Mulai dari sosok yang punya pengaruh besar di dunia futsal Indonesia, tips, review lapangan, profil tim futsal yang ada, berita seputar tim nasional futsal Indonesia, jadual turnamen, hingga berita futsal dari manca negara. Bolehlah…

Satu hal lagi. Sebaiknya segera diinformasikan dimana majalah ini nantinya bisa didapatkan. Nah, kalo ini mau diinformasikan melalui blog ini, sori-sori kata, kayaknya Futsal Mania Plus terpaksa membayar kita-kita niy. Hahaha…

Selamat bergabung di industri media Indonesia yang tidak teraudit dan pemainnya kebanyakaan pembohong. Semoga sukses selalu!

Posted in Artikel | 17 Comments »

Category IconJakarta Japan Club: Kita Ketemu Lagi

November 22nd, 2007 by eko

Yup! Latih tanding semalam memang kembali mempertemukan Makara FC dengan Jakarta Japan Club (JJC). Jika dulu lokasinya di My Futsal dengan JJC sebagai tuan rumah, kali ini Makara FC-lah yang mengundang mereka untuk datang ke GOR Pertamina Simprug. Lapangan futsal yang menjadi training ground bagi Makara FC selama satu tahun terakhir.

Bedanya, jika latih-tanding di My Futsal diramaikan oleh lajang-lajang Jepang yang berusia muda, kali ini yang bertandang ke GOR Pertamina Simprug sebagian besar adalah ABG alias angkatan babe gue. Namun bukan berarti mereka adalah om-om yang sudah loyo. Sebaliknya, mereka rata-rata punya kebugaran fisik yang lebih baik dibanding orang Jakarta sesusia mereka pada umumnya.

Setelah pemanasan sekitar dua puluh menit, latih-tanding yang setiap game-nya berdurasi 10 menit ini pun dimulai. JJC, sebagai tim tamu, mendapat kehormatan untuk melakukan kick-off. Tiga menit pertama berjalan keras. Bola mengalir dengan cepat dari kaki ke kaki. Sekali dua ia mengalir di kaki Makara FC. Di lain kesempatan babak belurlah si bola ditendang oleh om-om dari JJC. Namun tidak ada gol. Hanya serangan silih berganti yang diselingi tendangan membentur gawang atau aksi penyelamatan oleh goal keeper dari kedua tim. Panas!

Menit ke-6, Makara FC menusuk dari sisi kiri pertahanan JJC. Serangan dengan satu-dua sentuhan diselesaikan dengan sempurna oleh Umar yang sehari-harinya adalah Polisi. 1-0 untuk Makara FC! Selang dua menit kemudian, Makara FC menambah keunggulan menjadi 2-0. Akhirnya game ini disudahi dengan skor 2-1 karena JJC berhasil mencuri gol di detik-detik terakhir.

Game kedua bukanlah latih-tanding. JJC meminta waktu istirahat bagi timnya karena memang anggota yang datang sampai detik itu hanya 7 orang. Jadilah Makara FC berduel dengan dirinya sendiri.

Game ketiga berlangsung tidak seimbang. Makara FC menurunkan tim yang semuanya berisi pemain dalam usia 20-an. Satu anggotanya, Putra, malah masih duduk di bangku SMU. Alhasil, hujan gol terjadi di kubu JJC. Perbedaan usia ini diperparah dengan gaya bermain JJC yang memang sangat terbuka. Mereka kerap terlambat menutup ruang ketika kehilangan bola. Wahyu dan Mas Didik, yang memang memiliki kebugaran yang baik, merajalela. Saya sampai lupa berapa selisih gol pada akhir game ini.

Yang paling saya ingat adalah game ke-5. Kenapa? Karena saya mencetak gol dalam game ini! Hahaha…

Game ke-5 berjalan segar sebagaimana game pertama. Om-om dari Jepang sudah banyak yang berdatangan. Tim JJC diisi dengan kaki-kaki baru yang masih segar. Sementara tim Makara FC juga dihuni pemain-pemain yang sebelumnya sudah sempat beristirahat selama sepuluh menit atau bahkan lebih. Jadilah game ini didominasi dengan adu kecepatan. Dan JJC membuktikan bahwa mereka cukup cerdas dengan mengembangkan permainan yang tidak terlalu terbuka seperti di game-game awal.

Gol pertama untuk Makara FC lahir juga lebih dikarenakan kelengahan mereka semata. Dari sisi kanan pertahanan JJC, Berto, pemain Makara FC yang kerja sehari-harinya masih menjadi misteri, mengirimkan umpan lambung yang melewati gapain tangan goal keeper. Bola terus melaju dan mengenai kepala pemain belakang JJC yang tampangnya mirip bintang film-film Korea yang sedang menjamur di Glodok. Untung bagi saya yang sedang bengong di tiang jauh, bola liar itu mampir ke kaki dan langsung saya kirim ke gawang. 1-0 untuk Makara FC. Setelah bertarung habis-habisan, game ini berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Makara FC.

Satu kejadian yang sangat berkesan bagi saya terjadi di pertengahan game ke-7. JJC menusuk dari sisi kanan pertahanan Makara FC. Seorang pemain mereka berlari terlalu cepat sehingga umpan dari lapangan tengah mendarat di belakangnya, bukan di depan. Refleks, Om Jepang ini menghentikan larinya dan memutar badan untuk menerima umpan tadi. Apa hendak dikata, kaki kanan yang menjadi tumpuan ternyata tak mampu menahan berat tubuhnya dan terpelintir. Kraaakkkk!!!

Apa yang kemudian dilakukan oleh si Om dari Jepang ini? Dia tidak mengerang dan berguling-guling. Dia malah berdiri, lalu berjalan ke tengah lapangan. Melanjutkan pertandingan sekitar 30 detik lagi karena pada saat itu bola memang masih hidup (meskipun sebenarnya dalam futsal pergantian pemain bisa dilakukan kapan saja tanpa menunggu bola mati). Ketika terjadi out ball, barulah ia berjalan ke tepi lapangan dan diganti oleh rekannya yang lain. Luar biasa! Bahkan dalam latih-tanding yang tidak resmi sekalipun, secara sadar, mereka menjunjung tinggi semangat bertanding dalam sebuah game futsal. Disiplin dan semangat juang seperti inilah yang, menurut saya, jarang ditemui dalam diri kita, orang-orang Indonesia yang kebanyakan cuma bisa mengeluh dan cari jalan pintas untuk enaknya sendiri saja.

Setelah 8 game berturut-turut, latih-tanding kali ini selesai sudah. Keringat yang bercucuran, nafas yang tinggal satu-dua, bersatu dengan kepuasan dan respect yang dalam terhadap kesungguhan teman-teman dari JJC dalam latih-tading ini. Sedikit banyak saya belajar sesuatu dari mereka malam itu. Bukan melulu mengenai futsal, namun mengenai disiplin dan semangat berjuang dalam rambu-rambu yang sudah disepakati bersama. Arigato gozaimasu…

Posted in Review Pertandingan | 1 Comment »

« Previous Entries Next Entries »