Free Game on Boby

March 14th, 2008 by admin
March 14, 2008
5:00 pmto6:00 pm

Maen futsal gratis di Bross Futsal Blok M

Posted in Jadwal Kegiatan | No Comments »

Category Icon4 x 4 = 16

March 14th, 2008 by eko

Empat tahun adalah waktu yang pendek. Menurut ukuran umur manusia, umur segitu mah masih piyik. Anak bawang yang belum lagi ingusan. Anak kecil yang bisanya cuma menghancurkan barang dan merengek-rengek kepada ibunya.

Namun empat tahun adalah waktu yang relatif panjang bagi sebuah klub futsal amatir. Bayangkan saja: jika klub itu berlatih setiap minggu, selama empat tahun, artinya mereka sudah berlari dan menendang bola sebanyak 52 minggu x 4 x 4 tahun = 832 kesempatan! Belum lagi jadual latih-tanding dan turnamen yang diikuti. Saya rasa, jika timnas sepak bola Indonesia punya kesempatan berlatih sebanyak ini, plus pengurusnya bukanlah pelaku kriminal, besar kemungkinannya kita akan kembali merajai Asia Tenggara. Mimpi kali yee

Begitulah, secara resmi, usia Makara FC genap empat tahun di hari ini, 14 Maret 2008. Yang BTW, sama dengan hari lahirnya Boby Sheva. Curiga nih!

Saya sendiri bergabung dengan Makara FC sejak 2003. Dulu klub ini belumlah menjadi klub yang resmi dan dilengkapi perangkat organisasi. Hanya sekumpulan anak-anak muda ceria yang gemar menendang bola. Jaman itu (caileekaya’ udah puluhan tahun yang lalu aja…) futsal belum lagi menjadi trend di Jakarta. Lapangan tempat bermain masih sedikit. Belum seperti saat ini dimana lapangan futsal dan indoor soccer bertebaran dimana-mana. Dengan harga dan kualitas yang beragam tentunya. Seingat saya, waktu itu lokasi latihannya adalah di Park Royal, Gatot Subroto. Wah… Kalau diingat-ingat, dulu kok saya bisa lari kencang yah? Hehehe…

Apa makna Makara FC bagi saya selama ini?

Setiap anggota Makara FC tentu memiliki jawabannya sendiri-sendiri. Jawaban saya, sedikit-banyak, dipengaruhi cara pandang saya terhadap futsal. Bagi saya pribadi, futsal adalah gerakan budaya orang kota. Semangat pencarian diri dalam bentuk olah raga yang dihadapkan pada kenyataan semakin sempitnya lahan bermain di kota menghasilkan jalan keluar yang brilian: futsal! Inilah alasan dibalik munculnya tag line “cara sehat orang kota”. Bukan berarti futsal melulu milik orang kota. Namun di desa, kebutuhan untuk ini tidaklah sebesar di kota. Waktu dan lahan bermain masih banyak. Futsal bukanlah sebuah solusi di sana, karena masalahnya juga belum lagi menampakkan diri.

Futsal amatir dan prestasi, bagi saya, adalah dua hal yang sama sekali tidak ada relevansinya satu sama lain. Maka dari itu, bukan prestasi yang saya kejar di Makara FC. Dan bukan prestasi pula yang saya dapatkan selama ini. Terus, apa dong?

Sahabat. Itulah temuan saya yang paling berharga selama bermain di Makara FC.

Bayangkan betapa nikmatnya bermain futsal bersama orang-orang yang mengerti permainan Anda, dan Anda pun memahami karakter permainan mereka. Komunikasi tidak lagi terjadi melulu melalui jalur verbal. Kalau Anda penggemar komik seperti saya, maka Kubo Yoshiharu, legenda klub sepak bola Kakegawa dalam lakon “Shoot!” menjelaskan fenomena ini dalam dua kata saja: eye contact. Yah, memang tidak sesempurna itu kondisinya. Kita kan bukan sekumpulan pemain berbakat kelas dunia. Lebih mirip sekumpulan pemain tidak berbakat, malah! Hahaha…

Di ulang tahunnya yang ke-4 ini, Makara FC melakukan beberapa perubahan mendasar. Peran sang presiden, Aji, tentu menjadi faktor utama dalam menggerakkan perubahan ini.

Di tahun ini Makara FC akan meniru amoeba. Klub ini akan membelah diri menjadi dua: Makara Prestasi dan Makara Fun. Hehehe, silahkan tertawa kalau menurut Anda ini ide konyol. Makara Prestasi akan diisi oleh anggota-anggota muda yang masih punya nafas dan kaki yang segar. Sasaran utamanya jelas: mengikuti sebanyak mungkin turnamen futsal resmi. Resmi itu artinya diselenggarakan dengan mengacu pada peraturan FIFA, bukan peraturan kampung yang bisa diubah-ubah selagi turnamen berjalan.

Rencana ambisius ini dimulai dengan memanggil kembali pelatih sekaligus teman baik saya: Donzol. Saya belum tahu agenda pastinya karena sebulan terakhir tidak ikutan latihan akibat tugas ke luar kota (Sori Bos Aji!). Namun ditangan Donzol (atau dikakinya, yah?), dengan dibantu Roy dan pengurus lainnya, saya yakin prestasi akan menghampiri. Sejujurnya, kelemahan mendasar dari dunia amatir adalah disiplin diri. Dan ini adalah borok yang berulang-kali muncul ke permukaan dalam tubuh Makara FC pada saat menjalani sebuah turnamen futsal.

Belahan kedua dari amoeba ini adalah Makara Fun. Isinya? Ya orang-orang kaya’ saya ini. Yang bermain futsal hanya untuk kesenangan, kesehatan, dan persahabatan. Disamping tabungan lemak dan nafas yang tinggal satu dua, orang-orang kaya’ saya ini memang sulit untuk dimotivasi. Hehehe… becanda ding! Kami-kami ini memang terlahir sebagai penggembira.

Di kelompok manapun kami tergabung, di kelompok manapun Anda ingin bergabung, Makara FC tetaplah tempat bermain futsal yang menyenangkan. Saya sudah membuktikannya selama bertahun-tahun.

Seperti gumamam Fadly dalam Sang Penghibur: “… melangkahkan kaki menuju cahaya…”, seperti itulah hendaknya Makara FC memandang masa depannya. Selamat ulang tahun. Semoga entitas ini langgeng adanya. Dan semoga selalu memberi manfaat bagi semua anggotanya, apa pun alasan mereka bergabung kesini.

Posted in Opini | 8 Comments »

Next Entries »