Apa Kabar Tim Prestasi?
Sudah sebulan ini saya libur dari futsal. Engkel kanan saya nyeri berkepanjangan. Memang sudah tidak bengkak seperti awal Maret lalu. Namun sakitnya masih terasa. Apalagi kalau dipaksa untuk lari mengejar bola. Wuihhhh… Rasanya tidak sanggup deh!
Selama libur ini, ketika saya asyik-asyikan menonton “CSI: Season 8″ dan “Traveler” serta membaca novel mengenai Drakula (sama sekali tidak seperti sosok yang dipotret oleh industri film di Hollywood) yang sangat bagus berjudul “The Historian”, Doni Coach ternyata sudah bergerak dengan program barunya. Tim Makara Prestasi sudah dibentuk, meski hingga hari ini, katanya, jumlah anggotanya belum jelas.
Sejauh yang saya pahami, mereka sudah dua kali mengadakan latihan khusus dengan menu yang sama sekali berbeda dengan Tim Makara FC yang biasa. Senang sekali mendengarnya. Sebenarnya saya ingin mendengar langsung dari Dony Coach mengenai program dan targetnya tahun ini, serta dukungan apa yang bisa diberikan Aji serta pengurus Makara FC untuk program ini. Saya bahkan mengharapkan dia berkenan menuliskan programnya di blog ini. Yah, hitung-hitung belajar berdemokrasi dan beropini dengan cara yang elegan melalui media. Caileeee…
Tim Makara Prestasi jelas bukan untuk saya. Dari segi fisik dan teknik, saya tidak memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh Dony Coach. Umur pun demikian, hehehe… Namun bukan berarti saya selanjutnya menarik diri menjadi oposisi. Sama sekali tidak. Setidaknya blog yang telah kita bangun bersama selama dua tahun terakhir ini sudah menyumbangkan beberapa kaki segar yang sekarang menjadi anggota Makara FC, dan besar kemungkinannya nanti juga akan terpilih menjadi anggota Tim Makara Prestasi. Dan, dalam bayangan saya, rasanya Makara FC yang umum cukup memenuhi syarat untuk dijadikan lawan latih-tanding dari Tim Prestasi ini. Setidaknya dalam latihan dengan tema: “Menyerbu lawan yang bertahan habis-habisan”, hehehe…
Dengar-dengar gosip sih sekarang Tim Prestasi sedang melatih formasi 1-2-1 dan 1-3. Dua formasi yang saling bertolak-belakang ini dijadikan landasan awal pembentukan karakter bermain mereka. Aroma defensive dalam 1-2-1 akan dipadukan dengan aroma offensive dalam formasi 1-3. Jika kedua pola ini mampu mereka kuasai, dan mampu diterapkan saling susul-menyusul dalam sebuah pertandingan, saya rasa itu modal yang cukup untuk segera turun gunung dan mulai menimba ilmu dari tim futsal amatir lainnya di Jakarta ini. Dari sudut pandang awam saya soal futsal, tim yang mampu mengubah formasi bertahan menjadi menyerang, dan juga sebaliknyalah, yang biasanya keluar sebagai pemenang dalam sebuah pertandingan. Apalagi jika pertandingan itu berlangsung dalam tekanan mental yang tinggi.
Saya sih tidak meragukan kemampuan seorang Dony Coach, baik sebagai pemain maupun pelatih. Pengetahuannya soal futsal cukup memadai. Dan sejauh yang pernah saya alami, tim-tim yang dibina oleh bapak yang satu ini rata-rata punya kemampuan bertanding yang baik. Entah itu artinya bertanding sebagai individu di sudut-sudut lapangan, dengan sentuhan skill yang unik untuk masing-masing pemain, maupun sebagai satu tim yang utuh menggempur lawan dalam sebuah pertandingan futsal resmi.
Harapan saya, dan juga anggota Makara FC lainnya, Tim Prestasi yang barusan dibentuk ini juga mampu meningkatkan level permainan mereka. Meningkatkan kemampuan individu dan kemampuan team work untuk meraih hasil maksimal. Dan yang lebih penting lagi, meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan dalam diri setiap anggotanya: semangat juang, sportivitas, dan semangat untuk selalu memperbaiki diri. Karena tanpa itu semua, futsal hanya akan menghasilkan orang-orang picik yang lemah jiwanya. Sama sekali bukan gambaran ideal saya mengenai benefit dari futsal.
Yah, itu semua sih omong kosong dari saya saja. Si Gendut yang sekarang bisanya cuma pencet tombol di PS untuk menciptakan gol. Namun demikian, saya punya penilaian sendiri terhadap Makara FC, terkait aspek prestasi dalam sebuah turnamen resmi tentunya. Sejauh yang saya amati, Makara FC itu paling sering tersandung dengan masalah yang satu ini: KOMITMEN.
Bung Dony, selamat bertugas. May the best happens to us all!
Posted in Opini | 15 Comments »
