Selamat Datang Euro 2008!
Saya dapat melihat Anda tersenyum. Demikian juga dengan semua orang di Jabodetabek. Kenapa? Karena tahun ini, dan mungkin untuk terakhir kalinya, kita masih bisa menyaksikan perhelatan sepak bola paling akbar se-Eropa tanpa mengeluarkan uang sepeser pun!
Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang berada di wilayah lainnya? Saya tidak tahu persis. Ketika saya berkunjung ke Pematang Siantar, Sumatera Utara, beberapa bulan lalu, saya tidak dapat menyaksikan Liga Italia karena ternyata Trans7 mengacak sinyal siaran tersebut. Kalau ternyata RCTI juga terpaksa menerapkan kebijakan ini untuk siaran Euro 2008, yah… wassalam deh!
Paling sial, Anda masih dapat mengikuti perkembangan terkini dari perhelatan ini di Bola Eropa Kompas.com. Tentu dengan syarat bahwa Anda memiliki akses internet dengan bandwidth memadai.
Banyak pengamat sepak bola profesional yang menyatakan bahwa mutu Euro 2008 lebih tinggi dibanding World Cup 2006. Mereka mengemukakan fakta bahwa sejak fase semifinal, World Cup 2006 didominasi oleh tim dari Eropa. Yah, menurut saya sih, penilaian seperti ini sah-sah saja. Bagi saya, tetap saja, World Cup itu adalah turnamen paling utama untuk sepak bola. Lha wong pesertanya diseleksi dari seluruh dunia…
Penggemar Inggris kebanyakan memilih cuti. Mereka memutuskan untuk tidak menonton perhelatan kali ini, karena Inggris tidak ambil bagian. “Tidak seru!”, demikian umumnya mereka beralasan. Mohon maaf, setahu saya, Inggris belum punya tradisi menjuarai turnamen kelas dunia semacam Euro ataupun World Cup. Jadi, bagian mananya yang tidak seru?
Seminggu terakhir ini media massa begitu gencar mengupas kondisi tim masing-masing negara peserta. Jerman banyak dipuji dan diunggulkan karena metode latihannya yang modern. Sejak era kepelatihan Klinsman, memang pendekatan mereka terhadap sepak bola, terutama dari sisi kebugaran, sedikit nyeleneh. Namun demikian, metode ini terbukti mampu membawa mereka ke peringkat tiga World Cup 2006.
Italia diunggulkan, namun diprediksi bakal kandas. Faktor rataan usia pemain, yang tergolong tua, menjadi sorotan utama. Dan kehilangan Canna disaat-saat terakhir, sepertinya, menjadi lonceng tanda bahaya yang lebih nyaring dibanding dentang lonceng Vatikan. Mungkin orang-orang Italia sekarang gencar berdoa agar perjudian besar sang Don, dengan memanggil si Bengal Peter Pan, berbuah manis.
Prancis digadang-gadang akan mendulang sukses dengan formasi “segi empat magis”-nya. Wow! Mungkin ini mimpi siang bolong si Domenech. Alangkah muluknya membandingkan kehebatan “segi empat magis” Prancis saat ini dengan the Origin yang dikawal oleh Platini.
Portugal? Terakhir saya lihat foto Ronaldo, di tabloid BOLA edisi Selasa 3 Juni 2008, keluar sesi latihan dengan terkencot-kencot.
Belanda yang bermain defensif-efisien malah mungkin menjanjikan sesuatu yang lain bagi kita semua. Van Basten, sejak eranya sebagai penyerang brilian di AC Milan dan timnas Belanda, adalah sosok yang mengutamakan hasil. Kalaupun hasil positif itu diperoleh dengan cara yang indah, ya itu memang kelebihan si Angsa. Tidak dibuat-buat sama sekali. Tapi, terus-terang saja, saya malas mendukung Belanda. Soalnya jarang menang! Hahahaha…
Lalu apa kaitannya dengan futsal?
Mungkin ini pertanyaan yang seharusnya dipikirkan dalam-dalam oleh semua pengelola lapangan futsal komersial yang ada. Besar kemungkinannya para futsalor akan menurunkan aktivitas futsal mereka selama perhelatan Euro 2008. Setidaknya yang semula mengambil waktu dimalam hari, akan menggeser waktunya lebih ke sore hari. Bagaimana tidak? Bayangkanlah! Bermain futsal jam 20:00-22:00, lalu dilanjutkan dengan nonton siaran langsung Euro 2008 sampai jam 03:00, kemudian jam 07:00 sudah harus berangkat ke kantor. Mana tahan? Salah-salah, pasca Euro, rumah sakit dipenuhi para futsalor yang kena sakit lever…
Saya pribadi lebih memilih mengalihkan aktivitas futsal saya menjadi siang hari, di hari Sabtu atau Minggu. Hari kerja, dengan adanya siaran langsung Euro 2008, akan saya jalani dengan urutan sebagai berikut: pulang kantor jam 19:00, sampai di rumah istrahat/tidur, bangun jam 24:00, lalu nonton, tidur lagi sampai jam 05:00, jam 06:00 berangkat lagi ke kantor. Tentu saja jadual itu akan sukses besar kalau tidak ada pekerjaan tambahan yang melayang di tengah jalan!
Nah, kepada bung Aji selaku presiden Makara FC dan Dony Coach selaku pelatih umum, sudah jelas kan alasannya kalau saya tidak ikut latihan setiap rabu malam selama bulan Juni ini? Hahaha…
Apapun pilihan Anda… Euro 2008 dan futsal tidak boleh dilupakan!
Posted in Euro 2008

bolehkah saya ikutan berlatih dengan tim makara, habis tim futsal saya baru saja bubar. saya sebatang kara mencari tempat buat bermain..dapet maen di rumah….tapi main futsal sendiri ternyata ngga enak…..
terima kasih
mas adi yg lagi sebatang kara (huehehehe…)
untuk bergabung dengan Makara FC, langsung saja datang ke Latihar Rutin setiap rabu malam, jam 20:00-22:00, di GOR Pertamina Simprug
kalo gak ngerti tempatnya, silahkan lihat peta ini: http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&msa=0&msid=109005912591311634031.00000112416b1eebb3ac6&hl=en&z=11&ll=-6.216479,106.819559&spn=0.315365,0.462799&t=k&om=1
oom “…terkencot-kencot…” itu artinya apa? hahaha…
bung diditho… terkencot-kencot itu artinya terpincang-pincang, hehehe…
tapi bukan karena asam urat, hahaha…
Bursa unggulan taruhan:
Portugal 4
Germany 4.85
Spain 6
Italy 6.5
France 7.5
Netherlands 8.5
Croatia 15
Czech Republic 18
Russia 20
Switzerland 22
Greece 32
Sweden 33
Romania 35
Turkey 57
Poland 58
Austria 85
Bung Eko,
setahu saya Inggris pernah Juara World Cup 1966, bener kan?
Emang gak tradisi juara sih…
Seperti waktu kecil dulu tahun 1988, saya tahun ini kembali menjagokan BELANDA-negara yang pernah menjajah Indonesia 350 tahun… hehehe
makarafutsal.com ngadain acara nonton bareng ga?
boleh request ganti foto ga?
nezha, foto apa yg minta lo ganti? foto lo gitu? kirim ke email gua aja. atau ke makarafutsal@yahoo.com
mas adi,,,boleh aja kalo mau ikut latihan bareng makara,,,lansung dateng boleh, atau kalau mau nanya2 tlp ke saya aja, nomornya 021 985 00 130 - 0856 84 721 38
Euro nggak seru tanpa Inggris..?, wah kalo itu sih aq gak setuju…
walopun aq salah satu pendukung Inggris, tapi Euro tetaplah Euro meski tanpa kehadiran pasukan St.George Cross..
gimanapun, Euro ini lebih asyik daripada WC’06 kemarin, soalnya sekarang kebanyakan tim udah kembali mengoptimalkan peran sayap.
mas ipul, sudah terbukti kan? tanpa inggris, euro kali ini berjalan sangat seru. setidaknya hingga akhir fase penyisihan grup, hehehe…
jadi, yah, bagi penggemar inggris, silahkan mendukung belanda seperti kebanyakan orang inggris aslinya di sana, huehehehe…