Kemana Jiwa-Jiwa yang Sehat Itu Pergi?

July 11th, 2008 by eko

“Mensana in corpore sano”. Demikianlah ungkapan dalam bahasa latin, yang sangat familiar di kuping kita, yang artinya kira-kira: “Didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”. Benarkah demikian? Saya kira tidak selalu demikian keadaannya.

Latih-tanding Rabu malam yang lalu, melawan tim futsal yang dimotori oleh alumnus Poltek Kesehatan Solo, Makara FC bermain layaknya segerombolan futsalor yang tidak sehat jiwanya. Bukan berarti kami semua jadi orang gila malam itu. Bukan. Hanya saja, kami bermain tanpa jiwa yang sehat. Tubuh kami memang berada di sana, namun jiwa dan semangat bertanding kami melayang entah kemana. Alhasil, Dony Coach yang memang sudah jutek sejak awal meledak menjadi Don Fabio. Anda tahu kan siapa dia? Pelatih sukses yang prestasinya hanya kalah dari kebuasan kata-katanya. Hahaha…!!!

Malam itu kaki kami terasa berat sekali. Entah itu yang kurus kering, berotot padat, ataupun berlemak seperti kaki saya, semua seolah tidak mau digerakkan dengan sukarela. Jangankan untuk melakukan pass and move, sebagaimana yang dituntut oleh Dony Coach, untuk sekedar berlari menutup ruang saja tidak mampu!

Kalau Anda pernah tinggal di kampung, mungkin Anda pernah melihat gerombolan anak kambing yang lari luntang-lantung dan saling bertabrakan di tengah padang rumput. Kira-kira seperti itulah penampilan kami malam itu. Bedanya, kalau anak-anak kambing itu berlari dengan perasaan senang, kami berlari dan bertabrakan dengan perasaan yang sangat-sangat kacau. Mungkin salah satu balon kami yang berwarna hijau sudah meletus…

Aspek psikologis tim, yang didalamnya terkandung semangat bertanding dan pembentukan mental pemain dalam menjawab tantangan situasi, adalah hal yang sensitif sekali. Saya jelas tidak punya kewenangan dan kompetensi untuk membicarakan itu. Sepenuhnya itu adalah kekuasaan sang pelatih, Dony Coach. Saya, sebagai anggota uzur yang kerap menemani latihan, hanya berharap bahwa Dony Coach mampu menemukan channel komunikasi yang tepat untuk menularkan insight-nya mengenai futsal kepada rekan-rekan muda di Makara Prestasi. Insight yang didapat dari pengalaman bertanding yang sangat kaya.

Harapan saya, dan juga para senior citizen lainnya semacam Boby Sheva dan Wong Jo, tidak bisa berhenti disana. Kami juga berharap, setengah menuntut malah, agar rekan-rekan di Makara Prestasi mampu membuka diri dan menyerap semua insight futsal tersebut.

Perlu disadari bahwa latihan, apapun bentuknya, sesungguhnya adalah mekanisme komunikasi. Dari pelatih kepada yang dilatih. Materi komunikasinya adalah insight yang dimiliki oleh sang pelatih. Tujuannya adalah agar sedapat mungkin semua yang dilatih kemudian memiliki tingkat insight yang sama dengan sang pelatih. Bukan hal yang mustahil, apa lagi terlarang, bahwa dikemudian hari yang dilatih dapat melewati tingkatan insight dari sang pelatih.

Bagaimana mungkin?

Bagi saya, itu semua dimungkinkan karena setiap individu memiliki potensi. Memiliki kekuatan yang sifatnya laten. Kekuatan yang bisa ditemukan dan dikembangkan.

Cita-cita luhur itu membutuhkan empat hal berikut ini: (1) kandungan insight yang tinggi dalam diri pelatih, (2) channel komunikasi yang tepat, (3) keterbukaan diri dari setiap individu yang dilatih untuk menerima insight tersebut sesuai dengan channel komunikasi yang telah dipilih, dan (4) proses pengulangan yang intens. Saya tidak mencantumkan bakat dalam daftar diatas, karena saya meyakini betul filosofi Thomas Alva Edison. Dalam pencapaian manusia, bakat hanya menyumbang 10%. Sembilan puluh persen sisanya ditentunkan oleh upaya!

Dimata saya, road map yang sudah dipilih dan dijalankan oleh pengurus Makara FC dalam rangka menciptkan tim prestasi, sudah benar. Sama sekali tidak ada yang salah dengan pilihan tersebut.

Adi Seno, pendaki gunung salju favorit saya (orang Indonesia asli), pernah berkata begini: “Langkah pertama dalam pendakian gunung salju itu berat…”. Saya, dan juga teman-teman pendaki gunung lainnya, waktu itu berpikir bahwa dia kemudian akan mengatakan bahwa langkah berikutnya ringan. Ternyata tidak! Sambil tersenyum usil dia bilang: “Langkah kedua dan seterusnya, lebih berat lagi…”

Begitulah. Menetapkan road map yang benar memang berat. Kita sudah melaluinya dengan sukses sejauh ini. Mencapai target yang dituju oleh road map itu tak kalah beratnya. Dan kita, bersama-sama, tengah menuju kesana.

Kalau Anda penggemar film seperti saya, tentu akan ingat kata-kata Alfred (diperankan oleh Michael Caine) dalam Batman Begins. Begini kira-kira ucapannya: “Tuan Bruce, tahukah Anda alasan kenapa manusia terjatuh? Agar kita berupaya memahami penyebab kejatuhan kita, dan berupaya untuk berdiri lagi.”

Makara FC vs Tim Alumnus Poltekkes Solo

Kepada tim futsal Alumnus Poltek Kesehatan Solo, Makara FC mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Latih-tanding melawan kalian kemarin benar-benar membuka mata kami akan kekurangan yang masih ada dalam tim ini. Sampai berjumpa di lain pertandingan. Dilain kesempatan, jiwa kami pasti sudah sehat lagi, dan kami pasti akan menghadirkan mimpi yang paling buruk bagi kalian, hahahaha…!!!

Thanks for the precious game… Tetap semangat dan terus bermain futsal!

Posted in Review Pertandingan

5 Responses

  1. roy

    Benar2 membuka mata.. , dan dapet satu kata yg penting dari coach : “respek”. Baru kerasanya abis kelar sparing.

    Ttp smangat makara!

  2. adjie

    banget tuh,,,sekarang kita udah punya bekal baru lagi untuk menapak satu langkah ke depan yang lebih berat lagi,,,respect to each other,,,sebuah kata penuh makna dalam pola perkembangan satu tim yang tengah melangkah maju…
    jangan putus asa teman-teman,,,,dan jangan lupa bayar iuran hehehehehehehhe

  3. tommy

    … hello2..

    ember,,, gaya srudak - sruduknya bikin gak tenang … plus gugup…

    keep fight

  4. eko

    hahaha… makanya Tom, lo srudak-sruduk juga…

    menghadapi siapa pun, standar permainan tidak boleh turun, seharusnya malah terus meningkat

    mau lawan sesama tim amatir kek, lawan tim spesialis turnamen kek, Makara FC harus tetap bermain pada level yang terbaik… caileee…

  5. Boby Satya

    Ayo rekan-rekan MAKARA Prestasi…

    Jangan pernah “teguran” sang pelatih justru “menjatuhkan” mental Anda…

    Pola dan gaya kepemimpinan Donny coach harus bisa diakomodir dan jadi pemicu rekan-rekan untuk lebih “serius” lagi tuk benar-benar PRESTATIF… klo ‘nyerah’, ada alternatif di MAKARA For Fun :)

    Respect for all of the game… MAKARA FC is always must play with heart… and FULL SPIRIT!!!

    Terima Kasih dan TETAP SEMANGAT!!!

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.