Makara dan Rijak (Curhat Ni Yeee…)
Akhirya… Gue nulis artikel juga! Itu pun setelah berkali-kali Bang Eko minta gue untuk nulis. Tenang aja Bang! Kali ini gue nulis, hehehehe… Mau nulis apa ya?
Oh iya, pa kabar ya temen-temen Makara Prestasi ? Bukannya gue ngga tau, tapi banyak banget temen-temen Makara Prestasi yang jarang dateng. Padahal jujur, gue sebagai orang yang dipercayain untuk organisir (gue ngga mau disebut ketua) Makara Prestasi, berharap banyak sama temen-temen yang kemarin udah kepilih turnamen di Pamulang.
Banyaknya temen-temen yang ngga dateng, kalo boleh gue bilang membawa pengaruh yang besar buat program ataupun keuangan Makara FC. Karena seperti yang temen-temen tahu sendiri, Makara FC bukanlah sebuah klub yang berorientasi mencari uang, tapi lebih kepada “apa yang temen-temen kasih, itu jugalah yang temen-temen dapet“.
Selain itu, program yang udah dirancang Doni Coach juga pasti terganggu. Tapi sekali lagi gue mahfum koq, karena kesibukan temen-temen yang udah pada kerja, jadi ngga bisa dateng. Tapi biar gimanapun Makara FC harus tetap jalan. Tapi, caranya gimana ya? Hehehehehe… Tenang aja! Kalo yang organisirnya orang yang baik, pasti ada jalan. Hehehe, becanda koq!
Beberapa waktu lalu, Makara FC sempat latih tanding dengan Rijak FC. Mereka itu sebenarnya teman-temannya Doni Coach alias mantan anak asuhannya dia. Nah, mereka sedang persiapan untuk kompetisi di Grand Futsal dan turnamen Jusuf Kala. Dari situ, Doni Coach yang katanya sudah cukup bangga dengan predikat coach-nya ini melihat sebuah peluang untuk mengadakan kerjasama antara Makara FC dengan Rijak FC. Kaya gimana ya?
Kerjasama disini, berupa Rijak FC sebagai tim yang bermaterikan pemain muda sedang kesulitan untuk mencari lapangan untuk tempat berlatih, dan Makara FC kebetulan sedang butuh banyak orang. Dan secara kebetulan juga, Doni Coach menjadi pelatih untuk Rijak FC. Melihat kecocokan antar keduanya ini, Doni Coach pun mengutarakan niatnya untuk ngegabungin Makara FC dengan Rijak FC.
Akhirnya Doni Coach mempertemukan gue dengan Bang Ari selaku koordinator dari teman-teman Rijak FC. Dan kitapun ngobrol-ngobrol tentang kemungkinan terjalinnya kerjasama ini. Tapi keputusan jadi atau tidaknya tidak harus ditentukan malam itu, karena dari perbincangan ini, diputuskan kalaupun nantinya akan bekerja sama, tidak akan menghapuskan identitas dari Makara FC maupun Rijak FC.
Demikianlah. Rijak FC akan mendiskusikan dengan pengurusnya, demikian juga dengan Makara FC.
Dan seminggu berselang, tepatnya hari Rabu minggu lalu, Makara FC dengan Rijak FC kembali latihan bersama. Dan menurut perjanjian, malam itu akan diputuskan jadi tidaknya kita bergabung. Dan hasilnya adalah…
Setelah latihan, diputuskan kalau Makara FC dan Rijak FC akan bergabung. Hore! Selamat ya guys, kita masih bisa tetap latihan. Halah!
Secara resmi, mulai minggu ini Makara FC akan latihan bersama dengan Rijak FC. Namun sekali lagi ditekankan oleh kedua pihak bahwa dengan kebersamaan ini tidak akan melunturkan identitas masing-masing. Seperti yang dikatakan Doni Coach, simbiosis mutualisme disini diharapkan bisa terjalin dengan baik. Dan benar saja, dalam menghadapi turnamen Jusuf Kala yang berlangsung sejak minggu lalu, Rijak FC dan Makara FC telah bergabung menjadi satu. Makara FC diwakili oleh Wahyu. Lho, kenapa cuma Wahyu? Memangnya Roy kemana? Terus Ito, Tommy, Duano, Wide bahkan gue sendiri, kenapa ngga kepilih?
Bukannya kita semua ngga mampu secara permainan, tapi karena turnamen ini terbatas bagi mereka yang usianya maksimal 23 tahun. Nah, jadilah kita semua ngga masuk. Tenang guys, nanti kita bikin turnamen yang 23 tahun keatas, biar Wahyu ngga bisa main hehehe…
Yah, semoga dengan kerjasama antara Makara FC dengan Rijak FC membawa dampak yang positif bagi kedua pihak. Mudah-mudahan ya! Sekarang tinggal Doni Coach yang harus berfikir keras bagaimana menyatukan kedua tim ini tanpa harus menghilangkan identitas masing-masing. So, welcome temen-temen dari Rijak FC!
Posted in Opini | 10 Comments »