yang Sederhana yang Juara
“Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahiim, Futsal Tournament for Elementary School 2007 saya nyatakan dibuka secara resmi. Selamat bertanding!” Demikian sambutan Drs. H. Edi Nurinda Susila, M.Si selaku Kabid Pengembangan ASDEP Pembinaan Prestasi OR, membuka turnamen futsal tingkat SD yang digagas oleh Corporate Human Resource dan disponsori oleh Milo serta tabloid Soccer ini.
Pertandingan perdana dilakoni oleh SD Angkasa XII-A yang harus menghadapi SD
Sumbangsih. Pertandingan berjalan sengit dan menarik. Pada akhirnya, SD Angkasa XII-A membukukan kemenangan pertama mereka dengan skor tipis 3-2. Pertandingan kedua, antara SD Bethel-A melawan SD Santa Maria-A, memunculkan nama Jason sebagai idola penonton. Dengan beringas, anak berwajah culun ini membuktikan dirinya adalah predator yang sangat berbahaya. Bagaimana tidak? Skor akhir kemenangan 6-3 bagi SD Santa Maria-A, keseluruhan dari 6 gol itu berasal dari dirinya!
Pertandingan berikutnya menampilkan banyak aksi yang memukau dan terkadang mengundang tawa. Fahmi, bocah bertubuh mungil dari SD Angkasa IX-A, mempertunjukkan kelincahan dan determinasi yang sangat baik. Dalam pertandingan melawan SD Santa Maria-B, ia mencetak hat-trick dan membawa timnya memenangi pertandingan tersebut dengan skor telak 6-3. Di lain kesempatan, Rifano dari SD Al-Azhar 13 memiliki selebrasi gol yang unik. Setiap kali mencetak gol, ia akan bersujud sukur layaknya pemain kesebelasan Irak dalam Piala Asia yang baru saja berlalu. Dasar bocah…
Putaran pertama berakhir. Berikutnya adalah Milo Games: Lomba juggling. Tanpa ragu, para bocah bertalenta ini memamerkan kemampuan mereka mengolah bola di udara. Asal tahu saja, para pemenang lomba juggling umumnya adalah pengumpan yang baik. Contoh: David Beckham, hehehe…
Putaran kedua berlangsung dalam ritme yang lebih lambat. Perbedaan skor pun
umumnya tipis. Kemenangan diraih hanya dengan selisih satu atau doa gol. Lelah? Mungkin. Bisa juga karena masing-masing tim sudah saling mengamati dan menerapkan pola permainan yang lebih hati-hati. Usainya putaran kedua ditandai dengan Soccer Games: Akurasi tendangan. Dengan antusias, futsalor-futsalor mungil ini mengantri untuk membuktikan tendangan siapa yang paling akurat. Pemenangnya, tentu saja, diganjar dengan hadiah menarik dari tabloid Soccer.
Putaran ketiga, yang merupakan periode paling genting, berlangsung ketat. Kemenangan diraih dengan telak dan dramatis. Kekalahan pun ditelan dan menyisakan rasa pahit di tenggorokan karena terpaksa angkat koper dan menepi dari arena pertandingan. Pada akhirnya, 8 tim yang lolos ke babak perempat final adalah: SD Santa Maria-A, SD Angkasa IX-B, SD Angkasa XII-B, SD Bethel-A, SD Al-Azhar 6 Jakapermai-A, SD Gondangdia 04, SD Angkasa IX-A, dan SD Al-Azhar 13 Rawamangun.
Pada perempat final pertama, Jason yang sementara memegang predikat top scorer, tidak mampu membawa SD Santa Maria-A meraih kemenangan. Ia hanya menambah koleksinya menjadi 11 gol, dan terpaksa menelan kekalahan dari SD Angkasa IX-B dengan skor tipis, 1-2. Pada pertandingan berikutnya, SD Bethel-A mengandaskan perlawanan SD Angkasa XII-B dengan skor telak 7-2. Morgan menjadi bintang dalam pertandingan ini dengan sumbangan 4 gol.
Perempat final ketiga yang mempertemukan SD Gondangdia 04 dengan SD Al-Azhar 6 Jakapermai-A berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan anak-anak Gondangdia 04. Nama Kabul mulai muncul ke permukaan sebagai figur kapten yang memiliki bakat kepemimpinan yang baik. Satu gol-nya mengubah jalannya pertandingan, sampai kemudian Beben menyempurnakannya menjadi kemenangan. Skor tipis 2-1 kembali terjadi di pertandingan berikutnya. Kali ini yang menjadi korban adalah SD Al-Azhar 13 Rawamangun. Fahmi membawa SD Angkasa IX-A ke semifinal dengan satu gol-nya dibabak pertama. Melengkapi gol pertama yang dicetak oleh Ray.
Lagi-lagi nama Kabul muncul ke permukaan. Semifinal pertama yang mempertemukan SD Gondangdia 04 dengan SD Angkasa IX-B menyisakan kenangan yang membingungkan bagi dirinya. Setelah membawa timnya unggul di menit ke-4, bocah ini malah menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dengan gol bunuh diri. Namun untunglah, dua gol lagi berhasil dilesakkannya dan membawa SD Gondangdia 04 ke final dengan kemenangan meyakinkan 4-2.
Penonton mendapat suguhan pertandingan yang lebih ketat pada semifinal kedua. Delapan menit berlalu tanpa gol pada pertandingan SD Angkasa IX-A melawan SD Bethel-A hingga akhirnya Ray melesakkan gol. 1-0 untuk anak-anak Angkasa. Cepy menambah penderitaan SD Bethel-A dengan golnya. Namun Anto segera membalas dengan kick-off goal yang luar biasa. Awal babak kedua, Kristian menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Skor ini seolah membeku menjadi batu akibat gemilangnya penampilan kedua penjaga gawang dari masing-masing tim, Perditian dan Asmi. Di penghujung pertandingan, Fahmi membuktikan kecerdikannya dan melesakkan gol yang amat penting ke gawang SD Bethel-A. 3-2! Maka jelaslah bahwa SD Angkasa IX-A akan menantang SD Gondangdia 04 di pertandingan final!
Setelah maghrib, perebutan juara ke-3 dilaksanakan. SD Bethel-A yang masih menyisakan angan dan semangat menggempur SD Angkasa IX-B habis-habisan. Hasilnya, mereka merebut juara 3 dengan skor cukup telak: 3-1.
And here comes the final…
Kabul datang, Kabul menang. Bagaikan gladiator yang haus darah, kapten dari SD Gondangdia 04 ini melumat SD Angkasa IX-A. Sejak awal memang partai final yang berlangsung 2×15 menit ini sarat dengan permainan cepat dan menusuk. Riyandi membawa SD Gondangdia 04 unggul dua kali. 1-0, 1-1, dan 2-1. Aksi saling membalas gol ini seolah terhenti di menit ke-8 ketika secara berturut-turut Kabul mencetak 3 gol dan membawa timnya unggul 5-1. Benar-benar tekanan berat bagi SD Angkasa IX-A.
Babak kedua baru mulai dan Kabul sudah menambah penderitaan anak-anak Angkasa. 6-1! Merasa diatas angin, SD Gondangdia 04 mengendurkan serangan. Inilah saat-saat yang ditunggu oleh anak-anak Angkasa. Bermodalkan dukungan penonton yang tak kunjung padam, SD Angkasa IX-A memperkecil ketinggalan dengan gol dari Fahmi, Cepy, dan ray. 6-4 dan arena pertandingan kian bergemuruh.
Kehadiran Kabul menjadi berkat tersendiri. Sentuhannya mengurangi tekanan bagi SD Gondangdia 04 dan mengubah kedudukan menjadi 7-4.
Pertandingan jauh dari kata usai. Bocah-bocah culun dari SD Angkasa IX-A ini membuktikan bahwa secara emosional mereka jauh lebih baik dari kakak-kakaknya yang sudah lebih dulu bermain futsal. Mengubah kekecewaan, marah, frustrasi, dan cita-cita menjadi energi positif dalam bentuk semangat juang yang sangat sportif, mereka mengejar ketertinggalan dengan segala daya. Setelah Wahyudi dari SD Gondangdia 04 mengubah kedudukan menjadi 8-4, anak-anak Angkasa menghidupkan kembali harapan mereka dengan gol yang dilesakkan oleh Ray. 8-6!
Akhirnya, dengan segala rasa hormat untuk perjuangan tak kenal berhenti dari anak-anak Angkasa, yang berdiri sebagai pemenang adalah SD Gondangdia 04. Bersama Kabul, kapten mereka yang dibalut seragam olah-raga sederhana, mereka mereguk manisnya kemenangan dengan gol penutup dari sang kapten: 9-6. Dan usailah panggung impian serta kekecewaan ini…
Sebagaimana telah dijanjikan, Milo dan tabloid Soccer memberikan hadiah kepada
pemenang, sekaligus juga untuk Best Player (Robert Anto dari SD Bethel-A) dan Top Scorer (Jason dari SD Santa Maria-A). Corporate Human Resource memberi uang pembinaan bagi masing-masing juara: Juara I sebesar Rp 2 juta, Juara II sebesar Rp 1 juta, Juara III sebesar Rp 750 ribu, dan Juara IV sebesar Rp 500 ribu.
Selamat kepada pemenang dan semua peserta. Kalian telah menunjukkan semangat juang yang sportif. Sebuah nilai yang belakangan ini mulai langka dalam masyarakat kita. Semoga turnamen ini bukanlah yang terakhir kalinya. Salam futsal!
Posted in Advertorial | 3 Comments »

