Setan Gentayangan di Akhir Tahun
Apakah Anda sering berkunjung ke bioskop? Saya sering. Soalnya, saya memang sedikit maniak cinema. Untungnya bukan penggemar berat Carera ataupun generasi penerusnya, Miyabi, hehehe…
Saya sangat gemar menonton film-film fiksi semacam “I am Legend”-nya Will Smith atau “National Treasure”-nya Nicolas Cage. Saya juga demen nonton film horor kayak “1408″-nya Stephen King yang dibintangi oleh John Cusack. Tapi saya gak doyan film horor Indonesia. Bukannya tidak nasionalis. Maaf saja, menurut penilaian subyektif saya, film horor Indonesia katrok! Dan sialnya, setidaknya bagi saya, belakangan ini bioskop di Jakarta banyak sekali menampilkan film-film bergenre katrok tersebut. Hehehe… beginilah nasib konsumen yang tidak punya bargaining power…
Apa hubungannya dengan ember?
Masih ingat dengan salah satu tim dominan dalam Turnamen Akhir Tahun di My Futsal? Diablo. Sang Setan. Demikianlah. Setan yang tidak mengancam nyawa dan lebih memilih makan burger ayam ketimbang menghisap darah manusia ini akhirnya memboyong predikat Champion dalam turnamen ini setelah mengalahkan anak-anak Jayabaya dengan skor 3-1. Bravo Diablo!
Sebelumnya, anak asuh Eddi Mak dan Fredy Wisan tersebut terlebih dahulu menumbangkan anak-anak Brasil dari Samba Ole (ada hubungan gak yah, sama Samba Futsal di Jl. Tentara Pelajar?) melalui adu pinalti di partai semi final. Sebagai catatan, Jayabaya, pada pertandingan semi final berikutnya mengandaskan perlawanan Bale Oyag, juga melalui adu pinalti. Super tight games!
Sejak semi final, seperti yang sudah ditentukan oleh Panitia di awal turnamen, semua pertandingan dilangsungkan menggunakan lapangan dengan standar ukuran internasional untuk futsal: 22 x 38 meter. Alamak! Saya pernah beberapa kali bermain dalam lapangan seukuran ini. Dan itu tidak dalam turnamen apapun, hanya latih tanding biasa saja. Artinya saya masih bisa sedikit berleha-leha kan? Hasilnya? Sama saja, babak belur bos! Betapa lemak di pinggang dan paru-paru saya menjadi setan yang sangat usil. Namun saya tidak sendirian. Mengutip Stavanus dari Diablo, “Partai semi final kali ini lebih berat, karena menggunakan lapangan ukuran besar”. Rasain, hehehe… Arif dari Jayabaya menambahkan bahwa ini adalah pengalaman tersendiri bagi tim dan dirinya, mencoba bermain di lapangan dengan standar ukuran internasional.
Terjadi kejutan di pertandingan perebutan juara ke-3. Kuda hitam Bale Oyag berhasil mengalahkan favorit juara Samba Ole dengan skor 4-2. Kuda memang kerap merepotkan. Entah itu hitam atau binal. “Luar biasa perjuangan teman-teman. Kami bersyukur bisa menang di pertandingan ini,” ujar Arif, kapten tim Bale Oyag. Benarlah kiranya bahwa di dunia amatir, semangat juang memang dapat menjadi senjata andalan pada saat-saat kritis.
Gelar pencetak gol terbanyak jatuh ke kaki Iwan dari Jayabaya setelah dirinya berhasil mengemas total 12 gol. Sedangkan predikat pemain terbaik dalam turnamen ini diberikan kepada Firman dari Diablo. “Gelar ini saya berikan untuk setan-setan, eh… rekan-rekan di tim. Tanpa mereka saya tidak mungkin meraih gelar ini,” tegasnya. Setan-setan itu, tentu saja, adalah tambahan dari saya belaka, hahaha..
Yah… 2007 sudah berlalu. Sekali-kali, biarlah “setan” merayakan kemenangannya dengan manis. Sisanya, mari menyambut 2008 dengan semangat futsal yang membara. Daripada nonton film horor yang bikin ketawa, mendingan maen futsal kan?
Posted in Berita Ringan | 5 Comments »
Senang sekali rasanya ketika saya mendapat kabar bahwa tim Makarafutsal.com (apa bedanya yah, sama Makara FC?) lulus ujian pertama dalam Turnamen Akhir Tahun yang diselenggarakan di My Futsal. Dengan skor cukup meyakinkan, 4-2, tim ini mengalahkan ATF A. Kabar segar ditengah kabar kurang enak seputar pekerjaan akhir tahun saya.
