Category IconNetizen Futsal League 1 - 2009

February 17th, 2009 by eko

 

Era digital, seperti yang terhampar dihadapan kita sekarang, melahirkan ras manusia baru: netizen. Ini adalah golongan manusia yang sangat aktif di dunia on-line. Tidak tanggung-tanggung, saking aktifnya, terkadang mereka menyebut dunia on-line sebagai second life. Dan seiring perkembangan teknologi, social networking alias second life bagi para netizen ini semakin mirip dengan dunia nyata. Bahkan memiliki keunggulan di beberapa aspek, seperti pada aspek konektivitas dan kecepatan komunikasi.

Saya sih jelas bukan netizen. Lha wong saya baru mulai ber-facebook ria beberapa bulan belakangan saja. Padahal facebook sendiri sudah diluncurkan sejak tahun 2004 yang lama berselang. Yah, mengutip istilah yang digunakan Ninok Leksono dalam rubrik Iptek-nya di harian KOMPAS, saya masih terhitung sebagai imigran dunia digital. Dikatakan gaptek ya tidak, namun dikatakan super aktif (baca: maniak) juga tidak.

Namun, hingga detik ini, hakikat dari second life adalah virtual. Sederhananya: rasa-rasa. Seperti Indomie, baik itu rasa ayam bawang maupun rasa soto, semua hanya rasa-rasa. Tidak ada tuh bentuk ayam bawang ataupun soto sungguhan dalam kemasan Indomie manapun. Jika Anda ingin makan ayam bawang, atau soto kudus, ya tetap saja harus beli yang sungguhan. Bukan menggantinya dengan Indomie itu tadi.

Dalam aspek inilah dunia nyata “terpaksa” masih menjadi habibat para netizen. Tempat bagi mereka untuk melakukan dan merasakan sesuatu yang nyata. Seperti futsal dan persahabatan.

Demikianlah. Para netizen yang tergabung dalam beberapa forum on-line besar di Indonesia, yaitu Kaskus, Detik, dan Kafe Gaul merancang sebuah turnamen futsal bersama forum Makara Executive. Yang terakhir ini sebetulnya tidak masuk hitungan sebagai forum netizen berukuran raksasa seperti tiga forum sebelumnya. Latar belakangnya pun tidak berbau komersil. Namun demikian, keempat forum ini berisi orang-orang yang punya kesamaan: gemar futsal dan terbuka pada persahabatan baru.

Turnamen ini diberi tajuk: Netizen Futsal League 1 - 2009. Pesertanya adalah tim futsal amatir dari keempat forum tersebut. Rencananya turnamen ini akan berlangsung setiap hari Minggu pukul 14:00-16:00, pada 19 April, 26 April, dan 3 Mei tahun 2009 ini. Supaya permainan futsal dapat berlangsung dengan nyaman, panitia memilih My Futsal di bilangan Kebayoran Lama sebagai lokasi turnamen. IMHO, lapangan ini adalah satu dari sedikit lapangan futsal berkualitas tinggi di Jakarta. Yah, kalau permainannya tidak bisa dibilang mumpuni, setidaknya lapangannya bagus, hahaha!

Bicara soal permainan, jaman di kampus doeloe, ada dua tim sepak bola yang bertolak belakang. Satu tim terdiri dari pemain-pemain mumpuni yang disebut The Dream Team. Menghadapi tim ini bagaikan mimpi buruk saja. Satu tim lagi adalah anti-tesis dari tim ini. Terdiri dari komentator pertandingan dan analis koran olah raga, yang semuanya bisa disebut berbakat sama sekali. Apa namanya? The Dreamer Team! Yah, tim pemimpi.

Apakah Netizen Futsal League 1 ini nantinya akan berisi tim impian atau tim pemimpi, saya tidak terlalu peduli. Prestasi adalah urusannya Justin Lhaksana dan organisasi futsal nasional kita. Netizen Futsal adalah event bagi kita semua, untuk berbagi bola dan cerita. Either you score or conceive a goal, you’ll win new friends, mate!

Posted in Berita Ringan | 8 Comments »

Category IconSetan Gentayangan di Akhir Tahun

January 2nd, 2008 by eko

Apakah Anda sering berkunjung ke bioskop? Saya sering. Soalnya, saya memang sedikit maniak cinema. Untungnya bukan penggemar berat Carera ataupun generasi penerusnya, Miyabi, hehehe…

Saya sangat gemar menonton film-film fiksi semacam “I am Legend”-nya Will Smith atau “National Treasure”-nya Nicolas Cage. Saya juga demen nonton film horor kayak “1408″-nya Stephen King yang dibintangi oleh John Cusack. Tapi saya gak doyan film horor Indonesia. Bukannya tidak nasionalis. Maaf saja, menurut penilaian subyektif saya, film horor Indonesia katrok! Dan sialnya, setidaknya bagi saya, belakangan ini bioskop di Jakarta banyak sekali menampilkan film-film bergenre katrok tersebut. Hehehe… beginilah nasib konsumen yang tidak punya bargaining power

Apa hubungannya dengan ember?

Masih ingat dengan salah satu tim dominan dalam Turnamen Akhir Tahun di My Futsal? Diablo. Sang Setan. Demikianlah. Setan yang tidak mengancam nyawa dan lebih memilih makan burger ayam ketimbang menghisap darah manusia ini akhirnya memboyong predikat Champion dalam turnamen ini setelah mengalahkan anak-anak Jayabaya dengan skor 3-1. Bravo Diablo!

Sebelumnya, anak asuh Eddi Mak dan Fredy Wisan tersebut terlebih dahulu menumbangkan anak-anak Brasil dari Samba Ole (ada hubungan gak yah, sama Samba Futsal di Jl. Tentara Pelajar?) melalui adu pinalti di partai semi final. Sebagai catatan, Jayabaya, pada pertandingan semi final berikutnya mengandaskan perlawanan Bale Oyag, juga melalui adu pinalti. Super tight games!

Sejak semi final, seperti yang sudah ditentukan oleh Panitia di awal turnamen, semua pertandingan dilangsungkan menggunakan lapangan dengan standar ukuran internasional untuk futsal: 22 x 38 meter. Alamak! Saya pernah beberapa kali bermain dalam lapangan seukuran ini. Dan itu tidak dalam turnamen apapun, hanya latih tanding biasa saja. Artinya saya masih bisa sedikit berleha-leha kan? Hasilnya? Sama saja, babak belur bos! Betapa lemak di pinggang dan paru-paru saya menjadi setan yang sangat usil. Namun saya tidak sendirian. Mengutip Stavanus dari Diablo, “Partai semi final kali ini lebih berat, karena menggunakan lapangan ukuran besar”. Rasain, hehehe… Arif dari Jayabaya menambahkan bahwa ini adalah pengalaman tersendiri bagi tim dan dirinya, mencoba bermain di lapangan dengan standar ukuran internasional.

Terjadi kejutan di pertandingan perebutan juara ke-3. Kuda hitam Bale Oyag berhasil mengalahkan favorit juara Samba Ole dengan skor 4-2. Kuda memang kerap merepotkan. Entah itu hitam atau binal. “Luar biasa perjuangan teman-teman. Kami bersyukur bisa menang di pertandingan ini,” ujar Arif, kapten tim Bale Oyag. Benarlah kiranya bahwa di dunia amatir, semangat juang memang dapat menjadi senjata andalan pada saat-saat kritis.

Gelar pencetak gol terbanyak jatuh ke kaki Iwan dari Jayabaya setelah dirinya berhasil mengemas total 12 gol. Sedangkan predikat pemain terbaik dalam turnamen ini diberikan kepada Firman dari Diablo. “Gelar ini saya berikan untuk setan-setan, eh… rekan-rekan di tim. Tanpa mereka saya tidak mungkin meraih gelar ini,” tegasnya. Setan-setan itu, tentu saja, adalah tambahan dari saya belaka, hahaha..

Yah… 2007 sudah berlalu. Sekali-kali, biarlah “setan” merayakan kemenangannya dengan manis. Sisanya, mari menyambut 2008 dengan semangat futsal yang membara. Daripada nonton film horor yang bikin ketawa, mendingan maen futsal kan?

Posted in Berita Ringan | 6 Comments »

« Previous Entries