Category IconMakara Prestasi Belum Siap

May 15th, 2008 by eko

Tim Makara Prestasi dan Tim CengkarengYa! Itulah kesimpulan saya setelah semalam ikut (baca: menonton) latih-tanding mereka yang pertama. Jika Anda, para anggota Makara Prestasi (dan semua yang peduli), berhenti membaca disini, pasti kekecewaanlah yang akan tertinggal di hati.

Namun tidak! Saya tidak punya niat menghujat ataupun berpesimis ria. Ini adalah pandangan pribadi yang, sedikit-banyak, saya yakin mengandung kebenaran. Dan, di dunia yang kejam ini, apalah yang lebih berharga daripada pendapat seorang sahabat yang diberikan dengan niat yang tulus? Halah…

Berbekal latihan selama satu bulan penuh, tadi malam Makara Prestasi menjamu tamunya dari bilangan Cengkareng. Tamu yang satu ini, sejujurnya, sangat berbeda dengan tamu-tamu sebelumnya yang pernah dihadapi Makara FC. Mereka datang ke training ground di Simprug dengan kemampuan fisik dan individu yang boleh dibilang baik sekali. Alhasil, semalam saya menyaksikan perseteruan antara skema futsal (yang ditampilkan oleh Makara Prestasi) melawan koleksi skill individu (yang diusung oleh Tim Cengkareng). Seru!

Skor akhirnya adalah 6-4 untuk kemenangan Makara Prestasi. Bukan hasil yang buruk untuk latih-tanding pertama bukan?

Tim Cengkareng, sejak awal permainan, memang terlihat lebih berinisiatif menekan. Perpaduan skill individu dan tendangan-tendangan keras (yang, sejauh pegamatan saya, 80% akurat) membuat mereka berada diatas angin untuk 5 menit pertama. Ditambah dengan pressing ketat, jadilah mereka menekan Makara Prestasi habis-habisan. Kondisi pertandingan seperti ini, ternyata, membuka borok yang masih belum sepenuhnya mampu disembuhkan oleh latihan ekstra keras selama sebulan terakhir. Makara Prestasi bermain seperti anak ayam kehilangan induk. Berkumpul namun kehilangan peran individu. Bersatu namun seperti tidak punya tujuan yang sama. Bukan hal yang aneh jika akhirnya Tim Cengkareng mampu mengoptimalkan peluang dan memetik 2 gol dengan “mudah”.

evaluasi di tengah pertandinganUntunglah ini futsal! Pergantian pemain dapat dilakukan berulang kali dengan jumlah yang tidak terbatas. Dan, tidak tanggung-tanggung, Dony Coach mengganti semua pemain yang “terluka” ini!

Keputusan tersebut terbukti memiliki dampak positif. Menghadapi tim yang sepenuhnya baru, Tim Cengkareng terpaksa mengendurkan serangan. Mereka memilih untuk menunggu mengamati lawan barunya terlebih dulu. Toh mereka sudah unggul 2-0.

Perubahan suasana ini memberi angin segar pada permainan Makara Prestasi. Serangan Tim Cengkareng yang mengendur membuat Makara Prestasi dapat menerapkan formasi 4-0 pressing dengan baik. Begitu baiknya mereka menjalankan taktik ini, saya dengan jelas dapat melihat bagaimana serangan dari Tim Cengkareng kemudian “teredam dengan halus”. Gempuran tim tamu tidak membentur dinding batu yang keras, melainkan terhisap dan larut dalam dinding air yang dinamis. Bagaikan tai-chi, formasi ini membuyarkan fokus serangan lawan sehingga akhirnya larut karena kehilangan daya tekan. Benar-benar cantik!

Dan memang demikianlah yang seharusnya ditunjukkan oleh Makara Prestasi…

Sementara Tim Cengkareng semakin kehabisan ide dan energi (mereka hanya membawa 2 tim), dalam pertandingan yang berdurasi 25 menit x 2 babak tersebut Makara Prestasi semakin mendapatkan kepercayaan dirinya. Dalam banyak kesempatan, skill individu yang dimiliki oleh Tim Cengkareng memang benar-benar menyulitkan. Namun, untunglah, Ado yang didaulat jadi kiper dadakan malam itu menunjukkan keberanian dan reflek yang sangat baik.

Sejujurnya, saya tidak mengerti bagaimana proses perubahan formasi dari 4-0 pressing (yang merupakan mekanisme bertahan) menjadi 4-0 full court (bener gak niy, sebutan taktiknya? - yang merupakan mekanisme menyerang) yang malam itu dipertunjukkan oleh Makara Prestasi. Dari yang saya amati, mereka memang berhasil menerapkan 4-0 pressing untuk meredam serangan lawan. Namun, kemampuan mengubah formasi tersebut menjadi sebuah formasi menyerang yang terarah? Saya belum melihat itu bisa sepenuhnya dilakukan dengan mulus. Ketika berada dalam tekanan lawan, Makara Prestasi efektif sekali menempatkan diri untuk menutup semua celah serangan. Namun ketika formasi itu membuahkan hasil dan bola berada dalam penguasaan mereka, yang terjadi adalah: Makara Prestasi seperti kehilangan ide penyerangan. Gerakan masing-masing individu, dari posisi bertahan menuju posisi menyerang, boleh dibilang masih lambat dan terkesan meraba-raba. Mereka bertahan seperti tai-chi, namun masih menyerang dengan karate! Hahaha…

Saya sebenarnya bukan penggemar teknik dan taktik. Bagi saya, jiwa adalah segalanya. Malang benar, justru itulah yang belum saya lihat dalam diri Makara Prestasi. Dalam latih-tanding semalam, mereka bermain layaknya menghadapi ujian sekolah. Setiap bola yang menghampiri adalah soal yang harus dipecahkan dan diterima dengan terpaksa. Bahkan, kalau bisa dihindari! Tidak ada keceriaan disana. Berbeda sekali dengan yang mereka tunjukkan di 2 game santai setelah latih-tanding usai. Jangan salahkan Dony Coach yang memang super-duper cerewet. Itu sudah tugasnya. Lagian, memang bawaan orok juga!

Baik kiranya, jika Makara Prestasi menonton rekaman permainan Franz Beckenbauer. Sang kaisar yang membawa keceriaan permainan kedalam disiplin a la militer milik timnas Jerman di tahun 1974. Dia juga membawa keberanian kreasi dan ide kedalam pertandingan super ketat sekelas piala dunia. Dia mengajarkan satu hal kepada semua orang di dunia: berinisiatif, bukan hanya bereaksi! Bagi saya, 4-0 pressing adalah reaksi. 4-0 full court adalah inisiatif. Dan saya yakin sepenuhnya, inisiatiflah yang akan membuahkan kemenangan!

Secara keseluruhan, dari kacamata yang sangat objektif, saya menilai permainan Makara Prestasi sudah jauh melampaui permainan Makara FC sebelumnya. Saya, dan anggota tim lainnya yang sudah “uzur” dan gendut ini, tidak akan punya kesempatan apa-apa jika harus berhadapan dengan kalian. Namun, dalam turnamen yang segera menjelang, lawan kalian bukanlah kami! Lawan kalian adalah para futsalor yang punya ide, motivasi, dan determinasi untuk menjadi yang terbaik. Dunia amatir, amatir prestasi, dan profesional adalah tiga entitas yang punya aturan sangat berbeda. Makara Prestasi, selamat berlatih lagi…

Posted in Opini | 10 Comments »

Category IconApa Kabar Tim Prestasi?

April 11th, 2008 by eko

Sudah sebulan ini saya libur dari futsal. Engkel kanan saya nyeri berkepanjangan. Memang sudah tidak bengkak seperti awal Maret lalu. Namun sakitnya masih terasa. Apalagi kalau dipaksa untuk lari mengejar bola. Wuihhhh… Rasanya tidak sanggup deh!

Selama libur ini, ketika saya asyik-asyikan menonton “CSI: Season 8″ dan “Traveler” serta membaca novel mengenai Drakula (sama sekali tidak seperti sosok yang dipotret oleh industri film di Hollywood) yang sangat bagus berjudul “The Historian”, Doni Coach ternyata sudah bergerak dengan program barunya. Tim Makara Prestasi sudah dibentuk, meski hingga hari ini, katanya, jumlah anggotanya belum jelas.

Sejauh yang saya pahami, mereka sudah dua kali mengadakan latihan khusus dengan menu yang sama sekali berbeda dengan Tim Makara FC yang biasa. Senang sekali mendengarnya. Sebenarnya saya ingin mendengar langsung dari Dony Coach mengenai program dan targetnya tahun ini, serta dukungan apa yang bisa diberikan Aji serta pengurus Makara FC untuk program ini. Saya bahkan mengharapkan dia berkenan menuliskan programnya di blog ini. Yah, hitung-hitung belajar berdemokrasi dan beropini dengan cara yang elegan melalui media. Caileeee…

Tim Makara Prestasi jelas bukan untuk saya. Dari segi fisik dan teknik, saya tidak memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh Dony Coach. Umur pun demikian, hehehe… Namun bukan berarti saya selanjutnya menarik diri menjadi oposisi. Sama sekali tidak. Setidaknya blog yang telah kita bangun bersama selama dua tahun terakhir ini sudah menyumbangkan beberapa kaki segar yang sekarang menjadi anggota Makara FC, dan besar kemungkinannya nanti juga akan terpilih menjadi anggota Tim Makara Prestasi. Dan, dalam bayangan saya, rasanya Makara FC yang umum cukup memenuhi syarat untuk dijadikan lawan latih-tanding dari Tim Prestasi ini. Setidaknya dalam latihan dengan tema: “Menyerbu lawan yang bertahan habis-habisan”, hehehe…

Dengar-dengar gosip sih sekarang Tim Prestasi sedang melatih formasi 1-2-1 dan 1-3. Dua formasi yang saling bertolak-belakang ini dijadikan landasan awal pembentukan karakter bermain mereka. Aroma defensive dalam 1-2-1 akan dipadukan dengan aroma offensive dalam formasi 1-3. Jika kedua pola ini mampu mereka kuasai, dan mampu diterapkan saling susul-menyusul dalam sebuah pertandingan, saya rasa itu modal yang cukup untuk segera turun gunung dan mulai menimba ilmu dari tim futsal amatir lainnya di Jakarta ini. Dari sudut pandang awam saya soal futsal, tim yang mampu mengubah formasi bertahan menjadi menyerang, dan juga sebaliknyalah, yang biasanya keluar sebagai pemenang dalam sebuah pertandingan. Apalagi jika pertandingan itu berlangsung dalam tekanan mental yang tinggi.

Saya sih tidak meragukan kemampuan seorang Dony Coach, baik sebagai pemain maupun pelatih. Pengetahuannya soal futsal cukup memadai. Dan sejauh yang pernah saya alami, tim-tim yang dibina oleh bapak yang satu ini rata-rata punya kemampuan bertanding yang baik. Entah itu artinya bertanding sebagai individu di sudut-sudut lapangan, dengan sentuhan skill yang unik untuk masing-masing pemain, maupun sebagai satu tim yang utuh menggempur lawan dalam sebuah pertandingan futsal resmi.

Harapan saya, dan juga anggota Makara FC lainnya, Tim Prestasi yang barusan dibentuk ini juga mampu meningkatkan level permainan mereka. Meningkatkan kemampuan individu dan kemampuan team work untuk meraih hasil maksimal. Dan yang lebih penting lagi, meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan dalam diri setiap anggotanya: semangat juang, sportivitas, dan semangat untuk selalu memperbaiki diri. Karena tanpa itu semua, futsal hanya akan menghasilkan orang-orang picik yang lemah jiwanya. Sama sekali bukan gambaran ideal saya mengenai benefit dari  futsal.

Yah, itu semua sih omong kosong dari saya saja. Si Gendut yang sekarang bisanya cuma pencet tombol di PS untuk menciptakan gol. Namun demikian, saya punya penilaian sendiri terhadap Makara FC, terkait aspek prestasi dalam sebuah turnamen resmi tentunya. Sejauh yang saya amati, Makara FC itu paling sering tersandung dengan masalah yang satu ini: KOMITMEN.

Bung Dony, selamat bertugas. May the best happens to us all!

Posted in Opini | 13 Comments »

« Previous Entries Next Entries »