The Wall

May 30th, 2011 by eko

28 Mei 2011, Wembley. Sir Alex Ferguson, satu dari segelintir manajer sepak bola paling sukses di muka bumi, menemui mimpi buruk yang ditemui Roger Waters 32 tahun lalu: The Wall! Bedanya, bagi Waters, dinding itu memisahkan dirinya dari fans Pink Floyd, sementara bagi Ferguson, dinding itu memisahkan dirinya dari tahta tertinggi sepak bola antar klub Eropa.

Dinding jahanam itu bernama Barcelona…

Alih-alih mengukir prestasi gemilang di periode senja kepemimpinannya, Ferguson dua kali terjengkang oleh Barca. Gelar sebagai klub paling digjaya di Eropa pun sirna. Lepas dari genggaman dan terbang ke Catalan.

Lihatlah betapa geram dan frustrasinya ia di tepi lapangan, ketika melihat nyaris tak satupun strateginya berjalan. Tiada henti mengunyah permen karet dan mengepalkan tangan. Wajahnya merah seperti kepiting rebus. Isi kepalanya? Hanya Tuhan yang tahu!

Malam itu, anak didiknya yang laksana badai telah memporakporandakan Liga Inggris seolah kehilangan kelihaian ketika berhadapan dengan kaki-kaki lincah pasukan Barca. Dihadapan Xavi dan Messi, badai bernama Manchester United mendadak kehilangan daya, menjadi doldrum. Mati angin.

Enam tahun terakhir kita menjadi saksi betapa sepak bola tiki-taka yang mengandalkan akurasi umpan pendek dan pergerakan seluruh pemain di semua lini lapangan merajai dunia. Piala Champions, piala Eropa, hingga piala dunia, semua bertekuk lutut di kaki tiki-taka. Mungkin hanya sepak bola Indonesia yang tidak, sebab disini semua tunduk pada uang, bukan pada kelihaian mengolah si kulit bundar.

Selama itu juga kita melihat bahwa sepak bola seolah sudah sampai pada batasnya. Tak bisa berkembang lebih jauh lagi. Membentur dinding.

Benarkah demikian?

Saya, sebagai penggemar sepak bola yang tidak bersimpati pada pengkultusan tim maupun sosok pemain, jelas berharap tidak!

Tunggulah sampai nanti lahir seorang fantasista, pemain tengah yang bisa mengirim umpan yang indah seperti pelangi, bertemu seorang predator kotak pinalti sejati, maka buku panduan tiki-taka bisa kita masukkan ke laci. Bisa kita lupakan bersama, sampai ia menemukan bentuk terbarunya lagi.

Dalam sepak bola, The Wall bernama Barcelona itu memang diperlukan. Karena hasrat untuk melewati dinding itulah yang membuat semua maju. Yang membuat kita, para penggemar bola, bisa terus bermimpi untuk menyaksikan keindahan lain, suatu hari nanti…

Sumber: http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/05/29/bola-2011-the-wall/

Posted in Opini | No Comments »

Pocari Sweat Futsal Championship 2011 – Samarinda

May 25th, 2011 by eko

SMAN 4 - Sang Juara Samarinda

 

Kali ini si bola ukuran no 4 itu bergulir jauh ke timur Indonesia. Ke kota makmur di Kalimantan Timur, Samarinda. GOR Segiri, Samarinda, 16-17 Februari 2011, jadi saksi betapa penyisihan babak pertama dari Pocari Sweat Futsal Championship 2011 berlangsung tidak imbang.

Seolah tanpa perlawanan, SMA Katolik menenggelamkan SMAN 10 dengan skor telak 4-0. SMAN 13 menghentikan perlawanan SMAN 2 dengan skor tipis 2-1. Berikutnya SMK Kesatuan 2 menundukkan SMAN 1, lagi-lagi dengan skor yang tidak imbang: 5-0!

SMAN 9 mengalahkan SMKN 6 dengan kemenangan 3-2. Selanjutnya SMKN 1 menyelesaikan pertandingan sengit melawan SMAN 5 melalui perpanjangan waktu yang berujung kemenangan 3-2 bagi mereka.

Pertandingan tak imbang kembali terjadi, ketika SMAN 4 menyudahi perlawanan SMKN 2 dengan skor 4-1. Dilanjutkan kemenangan SMKN 5 atas SMAN 3 dengan skor 2-1 setelah perpanjangan waktu, penyisihan babak pertama yang menggunakan sistem gugur ini diakhiri oleh kemenangan 2-0 SMAN 8 atas lawannya, SMKN 7.

Sebagaimana perhelatan di kota-kota lainnya, kali ini pun pertandingan futsal diselingi dengan kompetisi dance dan free style. Ajang unjuk kebolehan yang rupanya cukup digemari oleh audiens di berbagai kota.

Melalui fase grup di penyisihan babak 2 dan babak 3, akhirnya 4 tim terbaik masuk ke semi final. Ditahap ini pun ternyata pertandingan berjalan tidak imbang!

SMAN 13 menghempaskan SMKN 5 dengan skor 4-0 tanpa balas. Di pertandingan lainnya, giliran SMAN 4 menunjukkan keunggulannya, membungkam SMAN 9 dengan skor 4-1.

Jadilah di final SMAN 4 berhadapan dengan SMAN 13. Dan Samarinda akhirnya memilih SMAN 4 sebagai yang terkuat, setelah mereka mampu menundukkan SMAN 13 dengan skor meyakinkan: 4-2. Merekalah juaranya Samarinda!

SMAN 4 mesti berterima kasih pada pendukungnya yang terbukti menyumbang semangat luar biasa. Tak heran jika akhirnya dukungan ini diganjar dengan penghargaan sebagai Best Supporter.

SMAN 13, yang gagal jadi juara, dapat menegakkan kepala dan berbangga karena gelar The Best Player jatuh ke kaki pemain mereka, Imanuel. Sementara gelar Top Scorer disabet uleh M. Irfan Effendy dari SMAN 9.

Next destination: Pekanbaru, Riau!

Posted in Pocari Sweat Futsal | No Comments »

Pocari Sweat Futsal Championship 2011 – Makassar

May 13th, 2011 by eko

 

SMAN 8 - Sang Juara Makassar

 

Hujan dan angin menderu di luar Gedung Olahraga Sudiang, Makassar, Sabtu pagi, 5 Februari 2011. Hujan besar itu adalah lanjutan dari hujan semalam, yang sama besar dan keras kepalanya.

Makassar diterjang hujan angin semalam suntuk. Dimana-mana terhampar genangan air. Sebagian wilayah malah dilanda banjir. Namun hebatnya, semangat 16 tim peserta Pocari Sweat Futsal Championship 2011 tak surut barang sedikitpun!

Mereka datang ke lapangan pertandingan dengan berbasah-basah. Demikian juga perangkat pertandingan, sponsor, dan para pendukung. Semua basah…

Tubuh boleh basah kuyup, namun semangat bertanding tak boleh surut. Inilah semangat orang Makassar! Semangat para pelaut yang nenek moyangnya pernah berkelana hingga ke Madagaskar, Afrika.

Pukul 09:30, terlambat 30 menit dari jadual semula, kick off pertama dalam rangkaian 2 hari kompetisi futsal remaja ini dimulai. Korban pertama langsung jatuh. SMA Katolik bertekuk lutut di kaki SMK Penerbangan dengan skor 0-2.

Tujuh pertandingan dengan sistem gugur selanjutnya memunculkan calon-calon juara Makassar. SMAN 12 menghempaskan SMAN 19 dengan skor telak 4-0. SMTI terjungkal di kaki SMAN 4 dengan skor 0-3.

Berikutnya SMK Darussalam jadi korban SMAN 22 dengan kekalahan 1-3. SMAN 5 membungkam SMA Satria dengan skor tipis 2-1. Madrasah M Muh menghentikan perlawanan SMA 1 dengan kemenangan 3-1. Selanjutnya giliran SMAN 8 menggulung SMA Kehutanan dengan skor telak 4-0. Dan yang paling akhir adalah SMA Muh 6 yang memetik kemenangan 3-1 dari SMK 1 Maros.

Jadilah kedelapan pemenang itu kemudian masuk ke sistem grup dalam dua tahap penyisihan lanjutan.

Sebagaimana di Jakarta, penyisihan tahap selanjutnya memakan waktu hingga keesokan harinya, Minggu, 6 Februari 2011.

Empat tim terkuat tampil dan saling mengalahkan di semi final. SMAN 22 membenamkan Mad Muallimin dengan skor yang luar biasa telak: 6-1! Di pertandingan lain yang berlangsung lebih ketat, SMAN 8 keluar sebagai pemenang setelah unggul 2-1 atas SMAN 12, yang akhirnya jadi juara ketiga.

Jam 5 sore, melalui pertandingan yang cukup berimbang, akhirnya SMAN 8 jadi juara Makassar setelah berhasil menekuk SMAN 22 dengan skor 2-0. Untuk tahun ini, merekalah yang terbaik!

Sementara untuk gelar individu, kedua sekolah menengah itu berbagi gelar. Best Player jatuh ke kaki Fandhy dari SMAN 22, sementara Top Scorer diraih oleh M Ridwan dari SMAN 8 dengan total torehan 10 gol.

Rahasia dibalik kesuksesan SMAN 8? Tim pendukung!

Dengan dukungannya yang luar biasa heboh dan penuh semangat, rasanya memang pantas mereka mendapatkan gelar sebagai tim pendukung terbaik se-Makassar. Terbukti kan, jika dukungan moral itu nyata berguna? Pemain ke-12 (atau dalam futsal lebih cocok disebut pemain ke-6?) itu memang benar-benar ada!

Posted in Pocari Sweat Futsal | No Comments »

« Previous Entries Next Entries »